Guru Lahirkan Manusia Beradab

Oleh: Darwati, S.Pd
Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Mijen, Kab. Demak

GURU identik dengan ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab, tangan-tangan terampil guru telah banyak memberi jasa dalam kehidupan manusia. Karena jasa guru, banyak orang yang sudah berhasil dan menjadi orang mulia dan terhormat. Profesi guru menempati posisi sangat mulia.

Mengapa guru diposisikan sebagai profesi yang begitu mulia? Seorang guru dikaruniai ilmu oleh Allah SWT. Dengan ilmunya itu, guru menjadi perantara manusia yang lain untuk mendapatkan dan memperoleh ilmu serta menuju kebaikan baik di dunia ataupun di akhirat. Selain itu, guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu. Tetapi juga mendidik muridnya untuk menjadi manusia yang beradab.

Guru profesional akan hadir dan bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi murid pada pendidikan. Mulai dari usia dini sampai perguruan tinggi, baik di jalur pendidikan formal maupun nonformal.

Menjadi guru tidaklah mudah. Diperlukan keahlian jiwa, keilmuan, ketelatenan, dan kualifikasi pendidikan profesi yang sesuai. Guru harus memiliki sifat kasih sayang dan lemah lembut, tidak semata-mata mengharap upah (gaji), pujian, ucapan terima kasih, atau balas jasa.

Guru juga harus memiliki sifat jujur dan bisa dipercaya oleh murid-muridnya, membimbing dengan kasih sayang, tidak dengan kemarahan, luhur budi, dan toleransi. Di samping itu juga tidak merendahkan ilmu lain di luar spesialisnya, serta memperhatikan perbedaan individu (pembelajaran berdiferensiasi). Hal ini sesuai dengan pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara, dimana mendidik murid harus sesuai dengan berorientasi pada kodrat keadaan. Yaitu sebagai berikut. a) Kodrat alam. Guru dalam membimbing dan mendidik murid disesuaikan dengan budaya dan nilai-nilai luhur dimana siswa tinggal serta sumber daya alam yang disekitarnya. b) Kodrat zaman. Guru dalam mengembangkan pembelajaran disesuaikan dengan masa atau perkembangan zaman.

Dalam melaksanakan pembelajaran di abad 21, guru dapat menggunakan teknologi dan beberapa aplikasi di android atau sosial media. Seperti pemanfaatan akun belajar.id, Quizizz, TikTok, dan lainnya.

Guru sebagai pendamping murid diharapkan mampu mendidik dan melatih murid menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan tangguh baik secara fisik maupun rohani. Sehingga murid diharapkan akan memiliki budi pekerti yang baik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Yakni berketuhanan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis, gotong royong, berkebhinekaan, mandiri, dan kreatif.

Guru mampu mendidik dan melatih diri murid untuk menjadi pribadi yang disiplin, jujur, dan hidup sehat baik secara jasmani maupun rohani. Karena guru adalah sebagai among bagi murid. Menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara, guru adalah penuntun. Guru juga hadir sebagai pembangun akhlak bagi dirinya dan para muridnya, guna melahirkan manusia-manusia beradab. (*)