Opini  

Manfaatkan E-PBK dengan Berbagai Kemudahan

Oleh: Sukimah, SE, MM
Penyuluh Pajak Ahli Muda
KPP Pratama Semarang Barat

DALAM rangka meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak sebagai bagian dari program Reformasi Perpajakan, saat ini telah dikembangkan digitalisasi layanan pajak yang salah satunya adalah digitalisasi pemindahbukuan melalui elektronik Pemindahbukuan (e-Pbk). Layanan e-Pbk banyak memberikan efisiensi waktu bagi Wajib Pajak (WP) dan juga membantu Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Manfaat lainnya meliputi pengurangan pemakaian kertas serta tersedianya fitur validasi Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan monitoring permohonan secara online (tracking).

Aplikasi e-Pbk  dikembangkan juga untuk menindaklanjuti rekomendasi Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara yang mengusulkan untuk permohonan Pbk dapat dilakukan melalui webbased click. Melalui mekanisme tersebut, Wajib Pajak cukup mengisi formulir secara online, kemudian sistem melakukan validasi secara otomatis.

E-Pbk telah diimplementasikan secara nasional pada 12 Desember 2022 oleh Direktorat Jenderal Pajak. E-Pbk merupakan permohonan proses pemindahbukuan melalui saluran online yang disediakan oleh DJP, apabila wajib pajak melakukan kesalahan dalam pembayaran atau penyetoran pajak. Kesalahan tersebut bisa dikarenakan salah nominal pembayaran, kode jenis pajak, masa pajak, ataupun kesalahan lainnya.

Baca juga:  Kemasan Saset: Masalah Lingkungan yang Tersembunyi di Balik Kenyamanan

Berdasarkan hasil employee experience study, layanan pemindahbukuan yang telah dilakukan oleh Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Pusat DJP  beberapa bulan yang lalu, dapat diambil kesimpulan bahwa layanan pemindahbukuan memiliki porsi atau volume yang cukup besar dibandingkan dengan layanan lain. Di samping itu, ternyata  layanan pemindahbukuan memiliki kompleksitas yang cukup tinggi.

Tetapi berdasarkan data permohonan Pemindahbukuan (Pbk) dari bulan Desember 2022 s.d Maret 2023, baru ada 25% permohonan pemindahbukuan yang disampaikan secara online (e-Pbk). Sebanyak 75% permohonan masih disampaikan secara manual (melalui Tempat Pelayanan Terpadu (TPT)/pos/ekspedisi).

Baca juga:  Aktualisasi Nilai Pancasila pada Gen-Z di Era Globalisasi

Masih banyak pemohon layanan pemindahbukuan yang berpotensi menjadi layanan pemindahbukuan melalui e-Pbk. Karena sebanyak 90% permohonan pemindahbukuan ternyata merupakan pemindahbukuan kepada NPWP yang sama. Selain itu, sebanyak 82% Wajib Pajak yang mengajukan pemindahbukuan secara manual merupakan Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Intansi Pemerintah yang umumnya sudah memiliki sertifikat elektronik.

Perlu diketahui, pemindahbukuan kepada NPWP yang sama dan sudah memiliki sertifikat elektronik adalah dua syarat permohonan e-Pbk. Sertifikat elektronik yang sama juga bisa digunakan untuk segala penyampaian permohonan melalui pajak.go.id. Baik permohonan e-PBK maupun e-bukpot.

Baik permohanan pemindahbukuan melalui e-Pbk atau manual, maka penelitian permohonan Pbk-nya tetap dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 242/PMK.03/2014. Jika permohonan pemindahbukuan tidak sesuai dengan PMK tersebut, maka permohanan pemindahbukuan baik melalui e-Pbk atau manual akan ditolak.

Baca juga:  Cinta Tanah Air: Bukan hanya Sebuah Perasaan, tetapi juga Tindakan

Terdapat sejumlah keuntungan e-Pbk dibandingkan permohonan Pbk yang dilakukan secara manual, yaitu 1) Mudah digunakan. Permohonan dilakukan secara online sehingga dapat diakses dimana pun dan kapan pun. 2) Efisiensi waktu dan biaya. Mengurangi biaya yang digunakan untuk perjalanan ke kantor pajak dan biaya untuk mencetak berkas permohonan serta berbagai peryaratan  yang diampirkan. Sedangkan efisiensi waktu, karena pelaporan SPT Masa dapat dilakukan pada NTPN yang sudah benar tanpa perlu menunggu hasil Pbk untuk masa pajak yang sedang dalam proses penelitian oleh petugas pajak. 3) Keakuratan data. Petugas pajak tetap melakukan penelitian terhadap permohonan pemindahbukuan yang diajukan, sehingga diharapkan data lebih akurat.

Dengan adanya aplikasi e-Pbk ini merupakan solusi atas penyelesaian tercepat dan termurah atas permasalahan kekeliruan pembayaran dan penyetoran pajak dari para wajib pajak. (*)