Remote Working sebagai Peluang Baru Bagi Lulusan SMK

Oleh: Sutrisno, S.Pd.
Guru di SMKN 1 Jogonalan, Kab. Klaten

PERKEMBANGAN teknologi digital yang begitu pesat seiring berkembangnya dunia teknologi informasi saat ini menimbulkan berbagai dampak positif dan negatif di kalangan generasi Z yang akan menjadi pelaku utama dunia kerja pada 5 atau 10 tahun mendatang. Siswa SMK sebagai generasi Z mengalami kegamangan berteknologi manakala tidak dipersiapkan dalam menghadapinya.

Sesuai pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian diperkuat oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 sebagaimana diubah oleh PP Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan, ada 8 standar nasional pendidikan yang meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan. Kemudian standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, serta standar pembiayaan.

Standar kompetensi lulusan menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi SMK yang mestinya segera mendapatkan solusi. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP Pasal 19 dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Lulusan (SKL) satuan pendidikan menengah kejuruan adalah untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan bidang kejuruannya.

Dilihat dari keterserapan lulusan menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), dibandingkan dengan angkatan kerja lulusan SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi, angkatan kerja lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) mencatatkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) paling tinggi. Yaitu 10,38% data pada Februari 2022.

Kenyataan yang terjadi adalah adanya gap antara supply and demand yang tidak seimbang. Dimana supplay tenaga kerja lulusan SMK yang membludak dengan ketersediaan  lapangan kerja di dalam negeri yang sangat terbatas. Dengan kondisi real tersebut seberapapun tinggi kualitas lulusan SMK apabila tidak dibarengi dengan pertumbuhan lapangan kerja baru, permasalahan tingginya angka pengangguran terbuka tidak akan ada jalan keluar.

Tren perkembangan remote working bisa menjadi salah satu solusi. Remote working merupakan pekerjaan yang dapat diselesaikan tanpa perlu pergi ke kantor. Dalam praktiknya, pekerja remote akan mendapatkan kenyamanan lebih karena memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi.

Peluang remote working terbuka luas di perusahaan-perusahaan luar negeri dengan gaji dolar dan bernilai jauh lebih tinggi dari upah minimum pekerja di dalam negeri. Ada banyak pilihan seorang remote working bisa bekerja untuk perusahaan luar negeri. Alamat situs yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan remote di luar negeri antara lain FlexJobs, Arc.Dev, Remote.co, JustRemote, VirtualVocations, Pangian, dan We work remotely.

Metode kerja seperti ini dinilai memberikan peluang bagus bagi calon lulusan SMK sehingga mereka seharusnya dipersiapkan sejak dini untuk masuk dan berkompetisi dengan pelaku remote working global. Skill yang banyak dibutuhkan antara lain digital marketing, content social media creator, video editor, dan masih banyak lagi.

Remote working sangat pesat bertumbuh seiring pertumbuhan industri ekonomi digital di Indonesia yang sangat menggeliat. Hal ini ditandai dengan tumbuh pesatnya berbagai perusahaan rintisan (start-up) yang berbasis aplikasi.

Remote working sebagai salah satu dampak dari transformasi digital telah menjadi faktor penting dalam pertumbuhan lapangan kerja di industri digital. Jenjang Pendidikan SMK memiliki potensi yang besar untuk mempercepat perkembangan sektor ini. Salah satu metode yang efektif untuk mendorong transformasi digital ke dalam kurikulum SMK adalah dengan mempercepat upskilling digital skill bagi guru-guru di bidang industri digital serta memberdayakan praktisi bisnis digital lokal sebagai guru tamu. Hal tersebut sejalan dengan pembelajaran teaching factory dengan mengedepankan pembelajaran berbasis produk melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten. (*)