Permainan Edukasi Membantu Guru BK SMA dalam Memberikan Layanan BK

Oleh: Aflahah, S. Psi, S. Pd
Guru BK SMA N 1 Mijen, Kab. Demak

BIMBINGAN dan konseling (BK) sebagai kegiatan dalam setting persekolahan namanya tidak asing lagi di kalangan siswa dan guru. Saat guru BK memberikan layanan BK di kelas biasanya yang dilakukan adalah layanan secara klasikal yaitu memberikan materi layanan yang dibutuhkan siswa seperti guru mata pelajaran pada umumnya. Hal ini kadang-kadang membuat siswa merasa bosan dan jenuh.

Guru BK diharapkan bisa mengetahui hal ini dan menindaklanjuti mengatasi dalam memberikan layanan dengan cara/metode lain dalam menyampaikan materinya. Salah satunya dengan cara permainan edukasi.

Kalau kita mendengar kata permainan/game yang ada dalam pemikiran kita adalah bermain tanpa ada maksudnya. Namun kalau kita melihat istilah selanjutnya yaitu edukasi maka permainan edukasi diartikan sebagai salah satu bentuk permainan yang dapat berguna untuk menunjang proses belajar mengajar secara lebih menyenangkan dan lebih kreatif.

Metode yang termasuk game edukasi ada  beberapa jenis, antara lain sebagai berikut. 1) Tebak kata. Permainan ini akan mengasah kemampuan siswa dalam berkomunikasi, kepercayaan diri, dan juga daya ingat.

Salah satu contoh permainan tebak kata ini yaitu siswa A menyebutkan kata dilanjutkan suku kata terakhir dijadikan kata yang mempunyai makna/ arti. Contohnya: dibuat kelompok, siswa A menyebutkan kata ’buku’ dilanjutkan teman sebelahnya yaitu siswa B menyebutkan kata ’kuda’, dilanjut siswa C, kata ’dagu’, dilanjutkan siswa D, kata ’guru’, dan seterusnya. Bagi siswa yang tidak bisa menyebutkan kata akan diminta untuk maju ke depan. Bisa dengan cara mereka nanti menyanyi, menari dan sebagainya.

2) Kuis. Game kuis ini memiliki manfaat bisa menarik kembali minat belajar siswa setelah sebelumnya jenuh mengikuti proses belajar mengajar bersama guru. Setelah kegiatan belajar mengajar, guru memberikan kuis terhadap siswa.

Beberapa pertanyaan diberikan ke siswa tentang materi layanan yang sudah diberikan guru BK. Lebih menyenangkan lagi jika ada hadiah yang menarik meskipun hanya alat tulis yang murah meriah.

3) Marbel Budaya Nusantara. Game ini memiliki tujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa terkait budaya nusantara yang di kemas dalam bentuk permainan. Guru BK dapat mengenalkan berbagai kearifan lokal seperti alat musik tradisional, tarian daerah, pakaian daerah dan makanan daerah.

Contoh dari permainan ini guru BK menanyakan kepada siswa, menyebutkan tentang masakan, pakaian adat, tarian provinsi Jawa Tengah. Siswa yang bisa menjawab dapat hadiah, jika tidak bisa menjawab diharapkan tampil di depan kelas untuk menghibur teman sekelas dengan cara menyanyi.

4) Permainan memori . Game edukatif ini akan memberikan manfaat kepada siswa yaitu membantu melatih daya ingat siswa. Guru bisa menggunakan satu gambar dan siswa untuk dapat memberikan satu gambar dan siswa menebak gambar tersebut dengan bahasa Indonesia, Inggris atau asal daerah.

5) Lagu dan gerak. Guru BK menyediakan sound system untuk keperluan mengiringi musik. Permainan ini dengan cara siswa melingkar. Salah satu siswa memegang pena atau pensil, benda tersebut kemudian dipegang, diserahkan ke teman sebelahnya diiringi musik.

Selama masih diiringi musik, pena akan terus diserahkan ke teman sebelahnya.  Jika musik berhenti, siswa yang menerima pena akan diberi pertanyaan tentang layanan BK. Jika Siswa yang bisa menjawab, dapat hadiah, permainan dilanjutkan terus. Jika siswa tidak bisa menjawab diharapkan tampil di depan kelas untuk menghibur teman sekelas.

Mengingat banyaknya manfaat positif yang dapat diperoleh siswa, banyak sekolah melaksanakan game edukatif dalam kegiatan belajar mengajar terutama layanan BK. Sehingga siswa tertarik dan tidak bosan dalam mengikuti layanan BK. (*)