Unwahas Hadirkan Gus Miftah dalam Dies Natalis ke-23

AKTIVITAS: Gus Miftah saat melakukan tausiyah di Kampus II Unwahas, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam rangkaian Dies Natalies ke–23, Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) menghadirkan ulama ternama Indonesia. Yakni Gus Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab dikenal dengan panggilan Gus Miftah.

Ia menyampaikan orasi kebangsaan di Kampus II Unwahas Gunungpati. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.500 peserta yang terdiri dari sivitas academika, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Rektor Unwahas Prof. Dr. KH. Mudzakkir Ali, MA mengatakan bahwa orasi kebangsaan itu memiliki arti Obrolan Rasional Aktual Spritual Intelektual Kebangsaan. Bertujuan untuk memberikan pemahaman pencegahan paham radikalisme di kalangan pelajar sekaligus memantapkan nilai ideologi Pancasila. Dirinya juga menyebut, Unwahas sebagai kampus toleran yang menjunjung nilai Pancasila dan ahlussunnah wal jamaah.

“Mahasiswa kami bukan hanya dari Sabang hingga Merauke. Tetapi ada juga dari China, Vietnam, Thailand, Malaysia dengan berbagai suku dan Agama,” ucapnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 69 UIN Walisongo Bersih-bersih Musholla di Dukuh Lebang Desa Wanar Semarang

Menurutnya, Unwahas merupakan salah satu perguruan tinggi yang cukup memberikan perhatian khusus mengenai paham radikalisme. Tercatat bahwa Unwahas mengadakan seminar serta orientasi keaswajaan untuk calon mahasiswa baru.

Sementara itu, Gus Miftah yang hadir memberikan tausiyah dengan menjelaskan pentingnya mencari guru yang benar dalam proses belajar agama. Tujuannya agar ilmu didapat bisa memberikan pemahaman yang tepat.

“Guru itu harus bernasab karena ilmu tanpa guru, gurunya setan. Survey yang kita lakukan menghasilkan data 37% siswa dan mahasiswa di Jawa Timur telah terpapar radikalisme,” jelasnya. (cr7/mg4)