Kegiatan P5 Menambah Antusias dalam Belajar

Oleh: Sumiyatini, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris SMPN 3 Petarukan, Kab. Pemalang

KATA ‘antusias’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bergairah, bersemangat, atau memiliki minat besar terhadap sesuatu. Tjiptadinata Effendi dalam Kompasiana mengatakan bahwa antusias adalah kekuatan terpenting dalam hidup sehingga menjadi kunci meraih sukses.  Sedangkan menurut Ruly Mujahid, antusiasme adalah kegembiraan, lonjakan gairah, minat yang besar dalam sesuatu.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah program pembentukan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tujuan P5 dalam Kurikulum Merdeka adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat belajar dari lingkungan sekitarnya. Untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang berada di fase D, siswa mengadakan kegiatan P5 ini dengan 7 tema sebagai berikut.

1) Gaya Hidup Berkelanjutan. Tema ini dimaksudkan untuk memahami dampak dari aktivitas manusia. Baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya. Hal yang ditekankan di sini adalah membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan serta mencari jalan keluar untuk masalah lingkungan. Contoh kegiatan yang bisa dilakukan oleh peserta didik misalnya kerja bakti membersihkan lingkungan ataupun penanaman pohon guna penghijauan lahan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

2) Kearifan Lokal. Tema ini dipilih agar siswa dapat membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya. Untuk kegiatannya bisa disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing.

3) Bhinneka Tunggal Ika. Peserta didik diajak untuk mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya.

4) Bangunlah Jiwa dan Raganya. Selain intoleransi dan radikalisme, perundungan juga menjadi perhatian khusus, terutama di lingkungan sekolah. Tema ini diperuntukkan bagi satuan pendidikan guna membangun kesadaran dan keterampilan peserta didik untuk memelihara kesehatan fisik dan mental. Baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya. Satuan pendidikan bisa membuat kegiatan Hari Anti Bullying dan sebagainya untuk menekan kasus perundungan di lingkungannya.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

5) Suara Demokrasi. Indonesia merupakan negara demokrasi, dimana setiap keputusan sebisa mungkin diambil secara musyawarah. Hal ini diangkat dalam P5 untuk menumbuhkan jiwa-jiwa demokrasi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan tertentu. Misalnya kegiatan Pemilihan Raya Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

6) Berekayasa dan Berteknologi Untuk Membangun NKRI. Pemanfaatan teknologi yang maksimal bisa menandakan majunya kualitas SDM sebuah bangsa. Satuan pendidikan dapat membuat proyek yang mendorong peserta didik membuat desain inovatif sederhana dengan menerapkan teknologi yang dapat menjawab permasalahan yang ada di sekitar sekolah.

7) Kewirausahaan. Tema ini diusung dalam rangka menumbuhkan jiwa-jiwa kewirausahaan bagi peserta didik. Contoh kegiatannya adalah peserta didik bisa membuat produk dengan konten lokal yang memiliki daya jual.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Kegiatan P5 terbukti dapat meningkatkan antusiasme belajar. Khususnya menjadikan siswa mandiri, kreatif, bertanggung jawab, mempunyai nalar kritis, dan mempunyai jiwa berwirausaha. Kegaiatan P5 yang banyak dilakukan di luar kelas dapat menambah semangat belajar menimba ilmu. Variasi kegiatan yang menyesuaikan tema juga menambah semangat anak-anak untuk terus belajar hal-hal baru.

P5 yang sedang diadakan di SMPN 3 Petarukan kali ini menggunakan sistem blok. Yaitu langsung dalam waktu 3 minggu. Dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, siswa melakukan berbagai macam kegiayan. Yaitu pembuatan kebun mini, penanaman sayuran, senam P5, K3, dilanjutkan dengan membuat kerajinan dari olahan sampah organik dan pembuatan poster dengan tema Penghijauan. Puncak dari kegiatan ini adalah gelar karya yang akan diadakan pada 8 Septenber 2023 mendatang. (*)