Hubungan Kapabilitas Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru

Oleh: Elipah, S.Pd.SD
SD Negeri 03 Serang, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

SEKOLAH merupakan bentuk organisasi pendidikan yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah. Kepemimpinannya diartikan sebagai proses mempengaruhi, menggerakkan, memberikan motivasi, dan mengarahkan orang-orang yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan (Musfah, 2010).

Oleh sebab itu, kepala sekolah dituntut untuk memiliki beragam kapabilitas agar dapat bekerja secara profesional dan bertanggung jawab terhadap organisasi. Di samping itu mampu bekerja dengan standar yang tinggi dalam situasi baru yang terus berubah.

Di sisi lain, guru sebagai agen perubahan diharapkan dapat mendorong terlaksananya pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kinerja guru pada dasarnya merupakan kinerja atau unjuk kerja yang dapat dilihat dan diukur berdasarkan standar tertentu, atau sesuai kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Yaitu melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.

Indikator penilaian kinerja guru  terdiri dari menguasai bahan ajar, merencanakan proses belajar mengajar. Selanjutnya kemampuan melaksanakan dan mengelola proses belajar mengajar, dan kemampuan   melakukan evaluasi atau penilaian.

Pencapaian kinerja guru menjadi salah satu indikator keterlaksaan pembelajaran dan dapat juga digunakan sebagai refleksi dan evaluasi terhadap mutu pembelajaran. Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kinerja guru dengan prestasi belajar siswa.

Sementara, dari hasil observasi yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 03 Serang, ditemukan beberapa permasalahan yang  terkait dengan kapabilitas kepemimpinan kepala sekolah maupun kinerja guru. Sehingga mutu pembelajaran di sekolah ini belum optimal.

Fakta menunjukkan bahwa lemahnya hubungan antara kapabilitas kepemimpinan dengan mutu pembelajaran lebih disebabkan oleh rendahnya kapabilitas organisasional. Karena kapabilitas ini berfokus pada prestasi sekolah yang menuntut kemampuan kepala sekolah dalam men-support pengembangan sekolah secara terus menerus. Yakni melalui manajemen SDM,  keuangan, dan fasilitas pembelajaran.

Rendahnya kontribusi kapabilitas kepemimpinan organisasi kepala sekolah menggambarkan bahwa kemampuan kepala    sekolah dalam menjalankan peran sebagai administrator/manajer belum optimal. Terutama pada aspek yang terkait dengan pembelajaran.

Antara lain kemampuan mengkaitkan hasil praktik pembelajaran dan pengembangan professional ke dalam konteks kinerja sekolah secara menyeluruh. Kemudian kemampuan memanfaatkan umpan balik dalam upaya mengembangan orientasi sekolah ke depan.

Selanjutnya kemampuan melaksanakan monitoring secara efektif dan akuntabel tentang sistem perencanaan, manajemen, dan pelaporan. Selain itu, kemampuan mengadakan evaluasi pembelajaran. Terutama dalam hal penggunaan pendekatan penilaian yang sesuai dengan potensi siswa masih rendah. Guru juga kurang memanfaatkan hasil belajar siswa untuk melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran.

Rendahnya pengaruh kapabilitas kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 03 Serang disebabkan oleh lemahnya kemampuan kepala sekolah dalam bidang organisasi. Oleh karena itu program-program yang perlu ditempuh di antaranya sebagai berikut.

1) Pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah. 2) Pelatihan manajerial untuk meningkatkan kemampuan manajemen organisasi. 3) Studi banding ke institusi pendidikan yang lebih unggul untuk memperoleh pengalaman dalam bidang manajemen sekolah. 4) Workshop untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang pembelajaran. 5) Bila memungkinkan kepala sekolah  melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kinerja guru diartikan sebagai prestasi kerja yang dicapai guru dalam menjalankan tugas mengajar. Terutama dalam bidang penguasaan bahan ajar, kemampuan merencanakan kegiatan pembelajaran, kemampuan mengelola dan melaksanakan pembelajaran, serta kemampuan mengadakan evaluasi pembelajaran.

Dari keempat kemampuan itu yang masih belum optimal adalah kemampuan guru dalam mengadakan evaluasi dan memanfaatkan hasil belajar untuk evaluasi proses pembelajaran. Kemampuan guru  menggunakan media dan mengimplementasikan beragam metode serta pendekatan selama proses pembelajaran berlangsung sangat rendah. Oleh sebab itu perlu upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah. (*)