Bantu Pelaku Usaha, DPMPTSP Banyumas Gelar FGD

BERJEJER: Narasumber FGD Standar Pelayanan Perizinan Berusaha saat memberikan materi di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Kamis (31/8). (HUMAS/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Dalam rangka membantu mengatasi permasalahan pelaku usaha, khususnya menegah tinggi dan tinggi di wilayah Kabupaten Banyumas, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Kamis (31/8). Pada kegiatan tersebut, narasumber dihadirkan dari anggota DPRD Banyumas dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas.

Sekretaris DPMPTSP Andiono mengatakan, anggota legislatif dipanggil sebagai narasumber untuk membantu pelaku usaha dari segi regulasi. Dengan begitu, ketika pelaku usaha memiliki kendala terkait regulasi, pihak yang berwenang dapat memberikan solusi sesuai dengan bidangnya.

“Dewan kami hadirkan sebagai narasumber terkait regulasi, baik itu Peraturan Bupati, Peraturan Daerah, ataupun peraturan lainnya. Dalam hal ini, mereka berperan untuk menyerap aspirasi para pelaku usaha, khususnya mereka yang memiliki kendala untuk nantinya dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya, Kamis (31/8/23).

Dinperindag juga dihadirkan sebagai narasumber dengan alasan yang sama. Yakni selaku pihak eksekutif yang memiliki wewenang dan tanggung jawab langsung terkait operasional usaha di wilayah Banyumas.

Dijelaskan bahwa output dari kegiatan FGD ini adalah tindak lanjut, baik itu dari legislatif maupun eksekutif untuk dibahas lebih mendalam dan dicarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Dalam hal ini terkait aspirasi yang disampaikan peserta FGD (pelaku usaha) pada kegiatan tersebut.

Andiono berharap, seluruh pelaku usaha di Banyumas dapat segera memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan begitu, DPMPTSP bisa memantau perkembangan usaha lebih lanjut.

“Semakin banyaknya legalitas seperti P-IRT, sertifikasi halal, BPOM, dan lain sebagainya, kepercayaan masyarakat tentu akan semakin tinggi. Dengan begitu, diharapkan pelaku usaha bisa semakin berkembang dan perekonomian di Banyumas bisa semakin maju,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta FGD Teguh dari PT Hanjaya mengatakan, kegiatan tersebut sangat membantu para pelaku usaha untuk dapat berkembang “Usai pandemi ini, para pelaku usaha memang sedang mencoba untuk bangkit lagi. Hal itu tentunya tidak jauh dari sosialisasi seperti ini. Jika nantinya seluruh dinas bisa memfasilitasi pelaku usaha seperti ini, saya rasa ke depan Banyumas akan bisa lebih maju lagi,” pungkasnya. (hms/abd)