Dikukuhkan, Masata Diminta Ikut Majukan Pariwisata Sleman

DILANTIK: Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengukuhkan 15 Pengurus DPC MASATA Kabupaten Sleman periode 2023-2028, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengukuhkan 15 Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kabupaten Sleman periode 2023-2028. Dalam hal ini, mereka diharapkan dapat menjadi aktor penggerak pariwisata berkelanjutan.

Tak hanya itu, Kustini juga berharap Masata dapat menjadi garda depan dan bergerak aktif dalam berkontribusi kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain itu, juga turut serta dalam mencetuskan ide inovatif dalam mengembangkan potensi pariwisata maupun kuliner lokal di Bumi Sembada.

“Semoga pengurus yang baru mampu bergerak aktif. Sehingga Masata mampu menjadi garda terdepan dalam berinovasi dan berkontribusi memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman dan DIY,” katanya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Gugah Jiwa Kebudayaan lewat Gelaran Tembang Macapat

Kustini menambahkan, pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) memiliki kontribusi besar dalam perekonomian di Sleman. Sehingga untuk mengembangkannya dibutuhkan sinergi dari pemangku kepentingan dalam membangun sektor pariwisata dan ekraf secara berkelanjutan.

Dikatakan juga, Sleman menjadi tujuan wisata memiliki paket komplit yang menawarkan pelbagai wisata. Mulai dari alam, budaya, edukasi, kuliner, bahkan wisata minat khusus. Sehingga, perlu adanya inovasi-inovasi agar terus dilirik oleh para wisatawan.

“Kekayaan potensi ini dapat bermanfaat besar jika dikelola dan diberdayakan secara profesional,” ungkap bupati.

Sementara itu, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Masata, Andi Azwan yang hadir dalam pengukuhan itu mengatakan, masyarakat sadar wisata telah berdiri sejak 2018. Saat ini, keberadaannya sudah tersebar di 34 provinsi dan 136 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Organisasi nirlaba itu, berfokus pada pengembangan sumber daya manusia pariwisata, destinasi wisata, dan aspek bisnis pengembangan ekonomi kreatif.

Baca juga:  Sugeng Tanggapi soal Relokasi Teras Malioboro 2

“Kami terus bersinergi dengan pentahelix dan menyebarkan arti sadar wisata serta menggerakkan ekonomi melalui pariwisata,” terangnya.

Menurut dia, Sleman telah menjadi pelopor lahirnya desa wisata. Bumi Sembada juga terkenal memiliki potensi pada sektor agrowisata dan ekowisata yang memiliki manfaat besar jika dikelola secara profesional.

“Potensi tersebut harus dikelola secara profesional agar dapat memiliki manfaat besar apabila mengembangkan aspek 3A. Yakni attractions, accessibility, dan amenities,” pungkasnya. (bam/mg4/)