Kudus  

Ekonomi Mencuat melalui Revitalisasi BUMDes

RAMAI: Tampak masyarakat menikmati salah satu angkringan BUMDes yang milik Desa Tanjungkarang, beberapa waktu lalu. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus saat ini tengah kerja keras melakukan beberapa revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di beberapa sektor. Hal ini agar ekonomi masyarakat desa mencuat dan semakin berkembang kedepannya.

Staff Ekonomi dan Pembangunan pada Pemerintah Kecamatan Jati, Isa Anshori mengatakan, BUMDes saat ini rata-rata ada beberapa yang direvitalisasi. Artinya, terdapat BUMDes lama yang tidak aktif dan ini sedang proses pengajuan.

“Jadi BUMDes tidak seperti dulu. Saat ini harus terdaftar di Kemenkumham. Untuk itu, dilakukan penyesuaian yang lama dengan yang baru,” ucapnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Overload, Ketua DPRD Kudus Soroti TPA Tanjungrejo

Menurut Isa Anshori, BUMDes di Kecamatan Jati saat ini berjumlah 13 kelompok. Adapun yang belum terbentuk di Desa Jepang Pakis. BUMDes yang sudah berjalan di daerah Ngembal Kulon dengan usahanya air bersih atau PAM yang dikelola warga sendiri.

“Bahkan ada juga internet. Kemudian, Pasuruhan Kidul ada peternakan kambing. Pasuruhan Lor ada toko. Terakhir Tanjungkarang sudah punya usaha angkringan, itu yang baru,” tandasnya.

Kemudian untuk BUMDes yang lama seperti milik Desa Jati Wetan yaitu usaha parkiran dari PT Pura Kudus. Selain itu Desa Jetis Kapuan ada usaha air. Pihaknya juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk Desa Jepang Pakis. Karena di desa tersebut banyak potensi yang bisa digali.

Baca juga:  Sam’ani Intakoris Gandeng Partai Non Parlemen

“Kalau bisa dikelola dengan baik maka akan bagus buat pemasukan. Bahkan di Desa Getas Pejaten ada Graha Mustika,” ungkapnya.

Kemudian saat ditanya mengenai 13 daerah yang memiliki BUMDes dan berpengaruh paling besar untuk menarik PAD yakni ada di  Getas Pejaten. Diharapkan semua desa yang memiliki BUMDes bisa terdaftar badan hukumnya.

“Saat ini yang sedang kita proses Desa Ploso yang memiliki tambak lulang karena mau diurus dengan pengelola baru. Kita juga dibantu dengan Dinas PMD untuk pembinaan BUMDes,” pungkasnya. (cr12/fat)