Pati  

BPBD Pati: Waspadai Potensi Terjadi Kebakaran Kapal

KONDISI: Sejumlah kapal sedang bersandar di Muara Sungai Juwana, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Musim kemarau di Kabupaten Pati diperkirakan berlangsung lama karena dampak El-Nino. Kondisi ini disebut berpotensi mengakibatkan terjadinya kebakaran kapal yang sedang berlabuh di Muara Sungai Juwana, Pati.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya mengungkapkan, kebakaran kapal di aliran Sungai Juwana memang berpotensi terjadi. Mengingat, peristiwa serupa terjadi di daerah lain di musim kemarau ini.

“Dengan adanya kapal-kapal di muara Sungai Juwana, harapan saya tetap hati-hati. Karena kita pernah punya pengalaman kebakaran kapal di Sungai Juwana. Apalagi kemarin itu barusan terjadi kebakaran kapal di pelabuhan Tegal,” kata dia, Senin (4/9/23).

Baca juga:  MTsN 1 Pati Raih Dana SBSN 2024, 6 RKB Baru Segera Dibangun

Martinus menjelaskan, kebakaran kapal disebutnya rentan terjadi jika tersulut percikan api saat adanya perbaikan kapal. Mengingat, kata dia, kejadian semacam itu sudah pernah terjadi.

“Beberapa kejadian yang pernah terjadi itu memang disebabkan karena ada perbaikan kapal menggunakan las. Pemicu yang lain saya tidak punya catatannya. Prinsipnya, perkejaan apapun yang menggunakan api itu lebih baik hati-hati di musim kemarau seperti sekarang ini,” terangnya.

Pihaknya pun kini mengimbau kepada para pemilik kapal untuk mewaspadai hal tersebut. Dengan demikian, resiko terjadinya kebakaran kapal di situasi cuaca seperti ini dapat terhindarkan.

Baca juga:  Korban Pemerkosaan Ayah Kandung di Pati Trauma Berat

“Saya mengimbau kepada pemilik kapal, kalau melakukan perbaikan kapal di lokasi lebih baik dihindari dan melakukan perbaikan kapal di bengkel kapal supaya mengurangi resiko kebakaran,” imbaunya.

Martinus menyebut, beberapa langkah antisipasi dari pihak-pihak sudah dipersiapkan. Di antaranya memberikan sosialisasi kepada pemilik kapal dan menyiapkan armada kebakaran di dekat lokasi.

“Di lokasi ada unit Damkar yang disiagakan di Kantor Kecamatan Juwana. Kemudian ada juga di pelabuhan unit pemadam. Namun bukan berarti mengurangi kewaspadaan. Kita tetap mengupayakan untuk cermat dan hati-hati ketika melakukan perbaikan kapal menggunakan alat las yang sering terjadi,” tandasnya. (lut/fat)