Pati  

Disperkim Pati Prioritaskan Jambanisasi hingga Sanitasi

Kabid Perumahan pada Disperkim Pati, Suhartono
Kabid Perumahan pada Disperkim Pati, Suhartono. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Persoalan permukiman kumuh di Kabupaten Pati masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah setempat. Upaya-upaya juga telah dilakukan untuk mengurangi persoalan tersebut.

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati memprioritaskan ketersediaan sarana dan prasarana dalam mengurangi jumlah permukaan kumuh di wilayahnya. Dari mulai jambanisasi hingga sanitasi.

“Penanganan mulai dari saluran air, sanitasi, jambanisasi ataupun sarana prasarana yang layak untuk dihuni,” kata  Kepala Bidang (Kabid) Perumahan pada Disperkim Pati, Suhartono, belum lama ini.

Pihaknya mengaku telah menjalankan program penanganan kawasan kumuh di wilayahnya. Penanganan yang dilakukan salah satunya melalui usulan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca juga:  Terkait Jabatan Pj Bupati, DPRD Pati Belum Dapat Petunjuk dari Pusat

“Ada percepatan penanganan permukiman kumuh yang telah ditetapkan SK Bupati. Di mana itu untuk percepatan juga usulkan untuk DAK,” terang dia.

Selain melalui program DAK, upaya percepatan lainnya yakni melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Selain itu juga melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) yang difokuskan untuk penanganan wilayah kumuh.

“Upaya-upaya yang kita lakukan itu juga melalui sumber daya CSR yang diambil dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Serta juga APBD itu sendiri,” imbuh dia.

Sebagai tambahan informasi, ada seluas 177,89 hektare permukiman di 20 Desa di Kabupaten Pati yang masuk kategori kumuh. Angka tersebut berdasarkan penetapan Bupati Pati melalui Surat Keputusan (SK) 050/3985 Tahun 2021. (lut/fat)