Peningkatan Pembelajaran Kurikulum Merdeka melalui Supervisi Akademik Teknik Kunjungan Kelas

Oleh: Sriwiyarti, S.Pd.SD
Kepala SD N 01 Kalirandu, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN dapat diartikan sebagai proses interaksi antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Anitah Sri, 2011). Seiring dengan perubahan kurikulum, maka guru dituntut untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

Guru memiliki peranan yang sangat strategis dalam dalam meningkatkan kompetensi guru dalam pelaksanan pembelajaran Kurikulum Merdeka. Kompetensi merupakan pengetahuan ketrampilan dan nilai nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Depdiknas 2004:7).

Kompetensi adalah kemampuan bersikap berfikir dan bertindak secara konsistensi sebagai perwujudan dari pengetahuan sikap dan ketrampilan yang dimiliki (Subroto, 2002). Menurut PP No 19 Tahun 2004, guru dan dosen kompetensi guru antara lain pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan. Kemudian pelaksanaan pembelajaran, evaluasi belajar, serta pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya (Standar Nasional Pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat 3 butir a).

Pelaksanaan pembelajaran adalah jalan yang harus ditempuh seorang peserta didik untuk mengerti suatu hal yang sebelumnya tidak diketahui (Istarani, 2015:13). Kompetensi merupakan pengetahuan ketrampilan dan nilai nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Depdiknas 2004:7).

Kompetensi pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Merdeka antara lain sebagai berikut. 1) Holistik. Yakni dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik. Mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kognitif, sosial, emosional, serta spiritual. 2) Orientasi berbasis kompetensi. Kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan.

3) Kontekstualisasi dan personalisasi. Kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid. 4) Dalam struktur kurikulum prototipe, 20 – 30 persen jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek.

Pelaksanan pembelajaran Kurikulum Merdeka berbasis projek penting untuk pengembangan karakter. Karena memberi kesempatan untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning).

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Dares, 1989, Glickman, 2007). Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran.

Sergiovanni (1987) dalam Ngalim Purwanto menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru ada dalam supervise. Sedang menurut Suhardian Dadang (2010), supervisi akademik adalah supervisi yang menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah akademik. Yaitu hal-hal yang langsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses pembelajaran.

Supervisi memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah membantu guru dalam mengembangkan potensinya, mengembangkan kurikulum, dan membimbing penelitian tindakan kelas (Glickman, 2007 Sergiovani, 2007). Teknik supervise kunjungan kelas dilakukan kepala sekolah dengan cara mengunjungi kelas untuk mengamati secara langsung bagaimana performa guru dalam pembelajaran serta membantu meningkatkan pembelajaran sehingga hasil belajar meningkat.

Menurut Nawawi (2005:108), kunjungan kelas adalah kegiatan observasi kepada guru dalam rangka menjalankan tugas mengajar. Tahapan supervise teknik kunjungan kelas meliputi langkah-langkah sebagai berikut.

1) Persiapan. Pada tahap ini supervisor merencanakan waktu, sasaran, dan waktu kunjungan kelas. 2) Pengamatan selama kunjungan kelas. Pada tahap ini supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung. 3) Akhir kunjungan. Supervisor bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil-hasil observasi pembelajaran. 4) Tindak lanjut.

Teknik supervise akademik kunjungan kelas memiliki sejumlah kriteria. Di antaranya memiliki tujuan tertentu, mengungkapkan apek-aspek yang memperbaiki kemampuan guru. Kemudian menggunakan data observasi yang obyektif, terjadi interaksi antara yang dibina dan pembina yang saling pengertian, dan pelaksanaannya diikuti dengan program tindak lanjut. (*)