Bermain Kartu Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Oleh: Tutiati, S.Pd
Guru SD N 03 Asemdoyong, Kec. Taman, Kab. Pemalang

KUALITAS pendidikan di tentukan oleh proses belajar mengajar yang berlangsung di ruang kelas.  Dalam proses belajar mengajar tersebut, guru memegang peranan yang sangat penting.

Guru adalah kreator proses belajar mengajar. Ia adalah orang yang akan mengembangkan suasana bebas bagi peserta didik untuk mengkaji apa-apa yang menarik minatnya, mengekspresikan ide-ide, dan kreatifitasnya dalam batas-batas norma-norma yang ditegaskan secara konsisten.

Sekaligus guru akan berperan sebagai model bagi peserta didik. Kebesaran jiwa, wawasan, dan pengetahuan guru atas perkembangan masyarakatnya akan menghantarkan para peserta didik untuk berfikir melewati batas-batas kekinian, serta berfikir untuk menciptakan masa depan yang lebih baik (Muh Ilyas Ismail, 2008:1).

Untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, seorang guru dituntut untuk lebih kreatif dan profesional dalam mengajar. Tujuannya agar peserta didik dapat belajar secara efektif dan efisien dalam mencapai prestasi belajar yang maksimal.

Guru perlu memilih metode, model serta bahan ajar yang sesuai agar pengajaran guru lebih menarik dan materi yang diterima oleh peserta didik tidak hanya sekadar sekumpulan konsep. Agar mendapatkan hasil pembelajaran yang sesuai harapan, maka diperlukan metode yang lebih efektif. Di antaranya menggunakan kartu yang dalam pelaksaaannya memadukan metode cooperatif learning dengan metode diskusi.

Penggunaan media kartu diharapkan dapat mengurangi kejenuhan, mengaktifkan peserta didik, serta dapat meningkatkan pemahaman peserta didik. Kartu tersebut berisi pernyataan yang homogen dari materi yang diajarkan dan peserta didik diajak untuk memainkannya.

Metode permainan kartu dipergunakan sebagai salah satu cara penyampaian pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa dalam memahami suatu materi. Sehingga siswa akan tertarik dan mudah untuk menerima dan memahami materi yang dipelajari. Penerapan model pembelajaran bermain kartu ternyata meningkatkan hasil belajar, meningkatnya pemahaman materi, dan proses berfikir siswa. (*)