Kudus  

Makin Sepi, Organda Kudus Minta Angkutan Diberikan Subsidi

MENUNGGU: Tampak beberapa angkutan sedang berhenti untuk mencari penumpang, beberapa waktu lalu. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus meminta kepada pemerintah setempat agar para supir angkut diberikan subsidi. Hal itu agar memberikan stimulus bagi mereka untuk lebih meningkatkan semangat kerjanya dalam mencari nafkah.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Kudus, Mahmudun mengatakan, untuk kondisi angkutan di Kota Kretek kondisinya sejak dulu seperti itu. Hal ini sangat ironi dan memprihatinkan dengan kondisi tersebut hingga saat ini.

“Lambat laun semakin hari semakin tergerus jaman. Terlebih dengan adanya ojek online yang bermunculan. Bahkan, banyak per kartu keluarga (KK) juga punya motor hingga tiga buah,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Begini Kata Pj Bupati Kudus usai Stafsusnya Temui Presiden Israel

Menurutnya hal itu jelas mengurangi intensitas mereka menggunakan untuk bepergian. Selain itu keluhan para sopir angkutan umum dijalan betul adanya. Mereka kejar setoran juga dengan terseok-seok. Ditambah BBM yang naik saat ini meskipun pertalite belum naik.

“Tapi betul adanya tak berdaya, harapan kami kedepan harusnya supir angkut dapat subsidi dari pemerintah. Bentuknya seperti apa, itu harus dibicarakan dengan pihak terkait,” tukasnya.

Sebelumnya jumlah angkutan mencapai 500-an sekarang berkurang setengahnya. Hal itu lantaran kondisi penumpang yang semakin berkurang dan pendapatan yang minim. Ia memberikan contoh yang tadinya bukan terminal menjadi terminal seperti di wilayah perempatan Jalan Menara.

Baca juga:  Desa Kaliwungu Peringati Haul Mbah Rogo Moyo Melalui Kirab Budaya

“Tapi apalah daya karena hanya nunggu berjam-jam di pengkolan jalan. Dia hanya nungguin karyawan lainnya,” tandasnya.

Sementara untuk trayek angkutan di Kudus yang masih beroperasi yakni trayek Colo, Dawe, Bareng, dan Jetak. Sisanya antara hidup dan mati. Dirinya juga sering memberikan sosialisasi dengan Polres Kudus terkait anak-anak sekolah jangan sampai memakai motor ketika belum punya surat izin mengemudi (SIM).

“Hal itu dilakukan demi untuk menghidupkan kembali transportasi angkutan darat di Kabupaten Kudus. Meskipun begitu kita harus lebih mempersiapkan diri agar angkut menjadi primadona di Kudus,” ucapnya.

Baca juga:  Cabup Jepara Mas Wiwit Kunjungi Karimunjawa, Ini Tujuannya!

Mahmudun melanjutkan, terkait permasalahan yang dialami beberapa trayek angkutan pihaknya mengaku prihatin. Untuk itu, pada 1-3 Oktober 2023 dia akan membawa aspirasi tersebut saat melakukan pertemuan di Surabaya se-Indonesia.

“Karena kita jujur sangat prihatin. Untuk itu kita akan bahas lebih lanjut pada 1-3 Oktober 2023 di Surabaya SE Indonesia. Saya Juga sering koordinasi dan diskusi dengan Dishubkominfo, dan komisi DPRD terkait hal itu,” pungkasnya. (cr12/fat)