Memaknai Pembelajaran Olahraga Sekolah Dasar dengan Pendekatan STEM

Oleh: Herwati, S.Pd
Guru Penjaskes SD N 01 Banglarangan, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di masa saat ini dan akan datang. Kesiapan siswa dalam hal pembentukan karakter dapat ditentukan oleh peranan guru. Untuk menunjang proses pembelajaran yang maksimal, maka siswa harus dalam keadaan bugar agar selalu ikut andil dalam proses pembelajaran.

Pendidikan jasmani (penjas) merupakah salah satu wadah untuk mengembangkan aspek life skills siswa di sekolah. Hal itu didukung Harvianto (2020) yang menyatakan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan dapat membuat siswa menjadi bugar secara fisik. Dimana kebugaran dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Alasan penjas dijadikan konteks yang cocok untuk mengajarkan life skills salah satunya adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk kinerja yang sukses dalam olahraga dan dalam domain non-olahraga memiliki kemiripan. Yakni pada keunggulan kinerja dalam olahraga dengan keunggulan pribadi dalam hidup, serta kesamaan yang nyata antara keterampilan dan mental.

Selain itu, penjas juga bermanfaat untuk mengembangkan life skill, dimana aktivitas fisik dan olahraga hampir semua anak menerimanya. Maka, diusulkanlah promosi untuk perolehan keterampilan yaitu dengan pengintegrasian pembelajaran kecakapan hidup serta olahraga.

Di sisi lain, olahraga atau aktivitas gerak adalah periode terbaik untuk membantu anak-anak belajar keterampilan gerak dasar. Keterampilan gerak dasar penjas sangat erat kaitannya dengan kemampuan fisik siswa.

Keterampilan gerak dasar diperlukan setiap individu dapat menunjang aktivitas sehari-hari, khususnya olahraga. Tingkat aktivitas fisik dan kecakapan motorik yang kurang optimal menimbulkan khawatiran. Mengingat tingkat aktivitas fisik yang rendah dan kemahiran keterampilan motorik terkait langsung dengan hasil kesehatan yang buruk.

Olahraga memiliki peranan penting untuk masa pertumbuhan anak-anak. Keterampilan fundamental movement atau gerak dasar dalam penjas dibagi menjadi tiga keterampilan gerak. Antara lain lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif.

Agar kemampuan life skills dan gerak dasar penjas peserta didik berkembang, maka diperlukan penggunaan model yang mampu meningkatkan kemampuan life skills dan gerak dasar penjas peserta didik. Inovasi, kreativitas, dan pembelajaran aktif tidak terlepas dari penerapan strategi pembelajaran yang menjadi tugas setiap guru.

Model empat arah merupakan kecocokan yang sejalan dengan permasalahan di dunia nyata serta problem based learning. Keterampilan gerak dasar membuat peserta didik sehat dan bugar.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa ada pengaruh yang positif dan menunjukkan tingkat yang signifikan antara pendekatan STEM dengan active lifestyle dalam pengimplementasiannya. Gerak dasar dalam hal ini sangat menunjukkan peranan penting dalam kegiatan sehari-hari dalam melakukan gerakan-gerakan kompleks.

Untuk memantau perubahan yang terjadi pada anak atau mengidentifikasi keterlembatan gerak yaitu perkembangan motorik, sekolah dasar dapat memberkan bantuan berupa terapis fisik pada anak yang teridentifikasi. Pendidikan di sekolah memiliki peranan penting dalam program aktivitas fisik. Baik secara menyeluruh atau komprehensif dalam setiap tingkatnya.

Kegiatan yang menunjang dalam mengeluarkan enegi khususnya melakukan koordinasi gerak yang baik yaitu pelajaran penjas. Dimana peserta didik dituntut untuk keluar dari posisi duduk atau berbaring.

Ketika siswa melakukan berbagai tekhnik dalam olahraga atau aktivitas fisik seperti bermain bola basket, bola voli dan sejenisnya, pada dasarnya gerakan yang mendasarinya adalah keterampilan melempar yang merupakan bagian dari gerak dasar. Kemampuan gerak motorik anak yang tepat dan baik terhadap tingkat kebugaran dapat difasilitasi oleh sekolah.

Hal tersebut adalah penelitian pendukung dimana mengungkapkan bahwa sekolah dasar merupakan tempat pertama seorang individu dalam belajar gerak dasar. Maka anak usia SD harus dibekali keterampilan gerak dasar untuk menunjang kehidupan selanjutnya sesuai dengan perkembangan usianya. (*)