Perekaman E-KTP di Bantul Capai 99% Berkat Jemput Bola

Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugroho
Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugroho. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus mengupayakan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Hal itu dilakukan baik untuk keperluan penetapan Daftar Pemilik Tetap (DPT) yang akan digunakan di pemilu mendatang ataupun untuk keperluan lainnya.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho menuturkan, pihaknya terus melakukan program percepatan perekaman. Salah satu upayanya adalah program jemput bola. Misalnya ke panti asuhan, lapas, dan ke sekolah-sekolah untuk pemilih pemula.

Lanjutnya, untuk data wajib KTP 2023 sebesar 748.410 orang, jumlah itu meningkat dari tahun 2022 yang berjumlah 736.906 orang, dengan selisih 11.504. Jika dikalkulasikan persentase peningkatan yaitu 1,56 persen.

Baca juga:  Petani Diminta Siapkan Lahan Hadapi Kemarau

“Namun yang sudah direkam sebanyak 743.734 orang dengan persentase 99,37 persen untuk data per-15 Agustus. Sedangkan update terbaru 30 Agustus kemarin sudah naik lagi menjadi 744.076 orang yaitu 99,42 persen,” lanjutnya.

Ia menuturkan, program jemput bola merupakan pelayanan yang dilakukan agar tidak membebani pihak wajib KTP. Untuk itu, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Dukcapil.

“Kemudian yang sudah di rekam akan kita cetakkan KTP. Makanya dalam pendataan kita harus lengkap. Bahkan untuk golongan darah yang biasanya kosong atau hanya ada tanda strip harus diisi,” ungkapnya.

Baca juga:  Perkuat Branding, Sertifikasi Alpukat Suro Diajukan

Sedangkan untuk kepentingan pemilu, ia mengungkapkan sudah melakukan kolaborasi dengan KPU, entah itu soal kroscek ulang data, serta update terbaru. Meskipun masih ada kendala soal perekaman pemilih pemula yang terus diperbaiki.

“Yang masih terkendala yaitu terhadap siswa-siswi yang sedang magang. Saat kita datang mereka tidak ada, maka untuk mengatasinya, kita sudah bersurat kepada sekolah supaya mengumpul siswanya. Setelah itu kita akan datang satu hari untuk melakukan perekaman,” pungkasnya. (cr13/all)