Kudus  

Tingkatkan Keimanan Warga Binaan dengan Latihan Kepribadian

Sub Seksi Pelayanan Tahanan pada Rutan Kudus Kelas II B, Abdul Aziz
Sub Seksi Pelayanan Tahanan pada Rutan Kudus Kelas II B, Abdul Aziz. (GALANG WITAHTA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka meningkatkan keimanan bagi para warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kudus menggelar pelatihan kemandirian kepribadian. Agenda positif tersebut meliputi beberapa hal. Seperti, latihan mengaji, tahlilan, hingga latihan mengerjakan shalat wajib.

Kepala Rutan Kelas II B Kudus, Solichin melalui Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Abdul Aziz mengatakan, pembinaan kepribadian terus digalakkan agar warga binaan dapat mengasah, sekaligus memperdalam ilmu agama masing-masing. Untuk itu, mereka telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mensukseskan agenda positif itu.

Baca juga:  Kapolres Kudus Lantik Kasatlantas Baru

“Program pembinaan kepribadian masih jalan. Ada baca tulia Al Qur’an, latihan sholat, hingga tahlilan kita terus adakan. Kita gandeng pihak lain, seperti Kemenag untuk mengisi program kita,” tuturnya.

Pelatihan kepribadian mereka jalankan secara rutin setiap pekannya. Tak hanya mendatangkan pengisi materi dari luar. Pegawai rutan pun ikut juga diberdayakan guna menularkan ilmunya kepada para warga binaan.

“Selain bekerja untuk duniawi, kita juga fokus memperbanyak amaliah ibadah. Dengan mengajarkan warga untuk sholat dan mengaji,” katanya.

Dirinya mengungkapkan, semua warga binaan dengan latar belakang agama yang berbeda tetap mendapatkan pelatihan kepribadian secara seimbang. Jadi, mereka menjadi fasilitator bagi para binaan agar terus meningkatkan keimanan, sesuai agama masing-masing.

Baca juga:  Serunya Akhir Pekan di Susu Moeria

“Saat ini warga yang beragama non muslim cuma ada satu. Kami tetap memfasilitasi binaan untuk dapat beribadah sesuai dengan apa yang menjadi kepercayaannya,” ujarnya.

Pelatihan kepribadian mereka jalankan secara rutin setiap pekannya. Tak hanya mendatangkan pengisi materi dari luar, pegawai rutan pun ikut juga diberdayakan guna menularkan ilmu nya kepada para warga binaan.

” Harapannya semoga warga binaan bisa benar-benar dapat shalat dan mengaji. Kita petakan terlebih dahulu. Siapa yang belum bisa. Pelatihan kepribadian itu juga akan menambah nilai plus untuk persyaratan remisi nya. Soalnya ada syarat substantif untuk dapatkan remisi,” pungkasnya. (cr3/fat)