Disdik Sleman Evaluasi Penerapan 5 Hari Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan penerapan lima hari sekolah bagi siswa PAUD hingga SMP di Bumi Sembada. Hal itu dilakukan untuk memastikan semua berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengatakan, sebelum menerapkan kebijakan ini, pihaknya telah melakukan riset. Meliputi kesiapan teknis sekolah maupun ketersediaan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia. Meski begitu, disdik dan sekolah tetap melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pengawasan atau monitoring ke sekolah-sekolah.

Baca juga:  Kasus DBD di DIY Melonjak, Upaya Pencegahan Diintensifkan

“Dari monitoring yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan hasilnya semua berjalan dengan baik. Tidak ada hal-hal yang menghambat,” kata Ery, Rabu (6/9/23).

Diketahui, sejak Juli lalu, Disdik Sleman telah menerapkan kebijakan lima hari masuk sekolah dalam sepekan. Kebijakan itu dilaksankan di 51.359 sekolah, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Ery menambahkan, semua sekolah sudah melaksanakan pembelajaran lima hari sekolah. Menurutnya, sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti terkait penerapan kebijakan baru tersebut.

Pihaknya juga mengimbau, bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas tempat ibadah di sekolah, siswa dianjurkan untuk menunaikan ibadah salat di masjid atau musala yang ada di sekitar sekolah. Ia juga meminta agar siswa membawa bekal dari rumah.

Baca juga:  Manfaatkan Sumber Daya, Wujudkan Pertanian Terpadu

“Ketika hari Jumat, siswa bisa menunaikan salat Jumat di masjid sekitar sekolah. Jadi, sampai saat ini, tidak ada masalah. Sehingga, kebijakan lima hari sekolah tetap di lanjutkan,” tegasnya.

Ery mengungkapkan, banyak orang tua merasa senang dengan penerapan kebijakan lima hari sekolah itu. Karena, orang tua memiliki banyak waktu untuk lebih mengawasi anak dirumah. Namun, Eri juga meminta, karena waktu libur sekolah menjadi dua hari, orang tua harus bisa mengatur waktu libur panjang putra-putrinya.

“Orang tua dapat mencarikan kegiatan putra-putrinya dengan kegiatan positif. Misalnya, kegiatan olah raga atau yang lain,” pungkasnya. (bam/mg4)