Disdukcapil Kota Yogyakarta Targetkan Kepemilikan IKD 25% hingga Akhir Tahun

TUJUKKAN: Warga saat memperlihatkan aplikasi IKD, beberapa waktu lalu. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta menargetkan kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga akhir tahun mencapai 25%. Disdukcapil akan melakukan jemput bola guna memenuhi target tersebut.

Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta Septi Sri Rejeki mengungkapkan, ketercapaian IKD di wilayahnya sampai saat ini baru 2%. Atau sekitar 6.000 dari 317.000 penduduk Kota Yogyakarta yang telah memiliki KTP.

“Program IKD dari Kemendagri sudah berjalan sejak awal tahun 2023. Targetnya di Kota Yogyakarta bisa tercapai 25 persen di akhir Desember nanti. Salah satu upaya percepatannya dengan jemput bola, mendekatkan pelayanan proses verifikasi IKD ke wilayah. Layanan ini gratis tidak dipungut biaya,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  CFD Sleman Bisa Dimulai Usai Pemilu

Septi menjelaskan, pendaftaran IKD dapat dilakukan dengan mengunduh aplikasi IKD pada perangkat ponsel pintar berbasis Android atau iOS. Lalu lakukan registrasi dengan memasukan data nomor induk kependudukan, e-mail, dan nomor ponsel serta melakukan swafoto untuk verifikasi wajah.

“Nantinya memindai QR Code harus melalui petugas Dinas Dukcapil. Jika berhasil warga akan mendapat e-mail berisi kode aktivasi yang harus dimasukan untuk aktivasi. Proses verifikasi identitas kependudukan digital dilakukan oleh petugas Dinas Dukcapil,” terang Septi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengatakan, ketercapaian IKD menjadi satu prioritas yang dikejar. Tujuannya untuk mendorong program pemerintah pusat dan memberikan kemudahan dalam mengakses layanan publik.

Baca juga:  Pemkab Sleman Fasilitasi 35 Sekolah Berkunjung ke Museum TNI AU

“Program IKD menjadi penting untuk mengintegrasikan dan mengkoneksikan sistem data secara terpusat. Sebab seiring berjalan waktu IKD menjadi salah satu syarat dalam mengakses program pembangunan dan layanan publik. Baik itu dari pemerintah pusat maupun daerah,” tuturnya.

Maka dari itu, dirinya meminta para perwakilan wilayah untuk memberikan informasi secara kolektif. Sehingga jika ada pertemuan di RT dan RW bisa mengubungi kelurahan atau langsung ke Disdukcapil, supaya petugas datang menjemput bola, agar akselerasi registrasi IKD di Kota Yogyakarta dapat terwujud. (riz/mg4)