Usia Produktif Rentan Tertular TBC

SAMBUTAN: Ketua Yayasan Mentari Sehat dr. Supriyano saat memaparkan data perkembangan kasus TBC di Jawa Tengah, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Masyarakat usia produktif (15-45 tahun) saat ini perlu mewaspadai penularan TBC. Sebab dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang pada 2022, ada lebih dari 9.000 masyarakat Pemalang terindikasi terduga terkena TB.

Hal tersebut karena faktor penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) secara umum terjadi melalui udara. Karena percikan lendir atau dahak penderita saat batuk dan bersin sangat mudah tertular ke masyarakat dengan mobilisasi tinggi terutama pada usia produktif.

Ketua Yayanan Mentari Indonesia dr. Supriyano menuturkan, rentannya kenaikan angka positif pada usia produktif dengan penyakit TB ini karena mobilitas tinggi mereka dalam berinteraksi di lingkungan. Sehingga sebagai organisasi yang berkecimpung langsung dengan penanggulangan TBC di Pemalang, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih mewaspadai TBC.

Baca juga:  Sampah Kembali Menumpuk di Pemalang Usai Iduladha, DLH dan Forkopimda Turun Tangan

“Bisa dibilang, masyarakat terutama usia produktif kurang menyadari akan adanya TBC di sekitar mereka. Sehingga pada saat ini kasus pada usia itu sangat banyak bahkan terus bertambah. Pemakaian masker sangat penting bukan hanya pada saat pandemi Covid-19 kemarin saja, tetapi pada semua kegiatan harus dilakukan sebagai salah satu pencegahan,” ujarnya.

Beberapa faktor-faktor penularan TBC yang sering terjadi di masyarakat yaitu lingkungan yang tidak sehat dan interaksi dengan pengidap. Di mana ketika penyakit tersebut menular, dapat berpotensi akan merambah ke orang terdekat, terutama keluarga. Sehingga ia menekankan bila terkena penyakit batuk berkepanjangan harus berkonsultasi dengan klinik ataupun puskesmas terdekat.

Baca juga:  Gelora Politik Pemalang Makin Memanas

Terkait dengan angka penularan, Aris Gunarto selaku Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) mengatakan bahwa kasus terduga TB di 2022 ada 9.039 kasus. Sedangkan kasus ditemukan di tahun yang sama ada 41% dari 2.813 dan kasus obati ada 18 persen dari 2.796. (fan/abd)