UMKM  

Isi Waktu Luang, Ubah Sampah Jadi Lampu Lentera

APIK: Agus Pratikno menunjukkan lampu lentera hias buatannya di rumahnya, Selasa (12/9/23). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

BANYAKNYA limbah triplek bangunan dan sampah galon bekas, menjadikan Agus Pratikno (52) mempunyai ide untuk membuat sebuah lampu lentera jadul. Lampu-lampu yang sudah jadi ternyata memiliki harga jual lumayan tinggi.

Wartawan di salah satu media di Kabupaten Pemalang itu ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa barang bekas dan sampah dapat diubah menjadi hal yang berarti dan bernilai jual. Tidak harus langsung dibuang.

Pria yang penampilah unik dengan rambut putih gondrong tersebut menceritakan, sebelum ia memutuskan membuat lampu ini, dirinya telebih dahulu merakit alat potong khusus dari sparepart dinamo bekas pompa air di rumahnya. Alat tersebut dibuat khusus untuk memudahkan dan mempercepat pemotongan kayu triplek bekas.

“Alatnya itu saya buat dulu, walaupun ada cara manual tapi saya ingin lebih praktis jadi membuat gergaji jigsaw dari sparepart bekas mesin pompa air. Awalnya memotong satu terlalu rumit tapi dengan alat kreasi sendiri itu saya bisa memotong kayu dengan lebih mudah langsung lima baris dan hasilnya halus bagus,” ucapnya, Selasa (12/9/23).

Setelah itu, dirinya mencari bahan yang mirip dengan corong lampu, yang akhirnya melihat galon bekas air minum sekali pakai. Dengan memotong galon menjadi dua bagian atas dan bawah, dirinya bisa memanfaatkannya menjadi dua produk pot dan lampu lentera jadul.

Untuk menambah nilai seni, Agus melukis galon bekas dengan pola sesuai keinginan pembeli. Dan hal itu menjadi nilai jual tersendiri. Lambat laun, banyak masyarakat bahkan penggiat seni tertarik dengan lampu lentera buatannya.

“Mengisi waktu senggang setelah selesai liputan ini ternyata bisa membawa rejeki tersendiri. Setelah kemarin saya tampilkan di Pasar Raya Pemalang banyak teman dan rekan yang tertarik. Alhamdulillah sudah lebih dari 50 buah lampu yang terjual, dengan harga Rp150 ribu per lampu,” tuturnya.

Lebih lanjut, selain lampu Agus juga menjual lukisan serta pembuatan kaligrafi baik ukir maupun gambar hasil karyanya sendiri. Hal tersebut ia tekuni sejak lulus dari bangku SMA hingga saat ini. Dan hal itu ia kerjakan sebagai sampingan setelah menjadi seorang jurnalis. (fan/gih)