Pati  

Kekeringan Meluas, Pemkab Pati Segera Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Kalakhar BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya
Kalakhar BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera menaikkan status kedaruratan dari siaga bencana menjadi tanggap darurat bencana. Hal tersebut untuk menyikapi kekeringan di daerahnya yang semakin meluas.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan saat ini belum  ditetapkan status tanggap darurat. Kendati demikian, status tersebut bisa ditetapkan bila minimal tiga desa terdampak bencana.

Ia menjelaskan bahwa hal itu berdasarkan Peraturan Bupati (Perbub) nomor 5 tahun 2021. Di dalam status tanggap darurat disebut ada cakupan kekeringan di lokasi tertentu.

Baca juga:  Bawaslu Pati Dalami Dugaan Pelanggaran Ratusan Kades

“Lahan yang kekeringan minimal 1.200 hektare mengalaminya kekeringan. Paling sedikit 3 desa mengalami kekeringan dan air minum,” kata dia, Kamis (14/9/23).

Sedangkan saat ini ada 61 desa di 9 kecamatan di Bumi Mina Tani mengalami kekeringan. Kondisi ini pun dinilai lebih dari cukup untuk menaikkan status dari siaga bencana menjadi tanggap darurat bencana. Pihaknya segera mengusulkan kepada Penjabat (Pj) Bupati Pati terkait penetapan status kebencanaan ini.

“Ini sudah cukup memang syarat tanggap darurat kekeringan. Maka kami akan sampai kepada pimpinan kita untuk segera menetapkan tanggap darurat kekeringan,” terangnya.

Baca juga:  Terdakwa Pemalsuan Merek Cardinal Dituntut Hukuman Penjara 2 Tahun 6 Bulan

Namun sebelum penetapan status tanggap darurat, Pemkab Pati bakal terlebih dahulu melakukan rapat koordinasi. Hal ini dilakukan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) ikut menanggulangi bencana kekeringan.

“Karena memang sebelum menetapkan tanggap darurat kita lakukan kajian. Nnti ada rapat steakholer terkait,” pungkasnya. (lut/fat)