Kudus  

UMK Gelar Obe Guna Tunjang Merdeka Belajar

PAPARAN: tampak pemateri dalam forum diskusi yang diselenggarakan oleh Universitas Muria Kudus sedang menyampaikan materi, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka menunjang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar review kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan tersebut berlangsung di hotel Gripta, Kabupaten Kudus.

Plt. Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Achmad Hilal Madjdi menekankan pentingnya transformasi standar nasional dan akreditasi pendidikan tinggi. Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki potensi dampak tercepat dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Diperlukan pokok-pokok kebijakan yang kemudian disebut sebagai pokok kebijakan merdeka belajar episode ke 26. Yakni, tentang standar nasional pendidikan tinggi serta sistem akreditasi perguruan tinggi,” tuturnya.

Baca juga:  Peringatan Hari Koperasi di Kudus akan Digelar Meriah

Lebih lanjut, kata dia, setidaknya terdapat tiga cakupan standar pendidikan merdeka belajar ke episode 26 ini. Diantaranya, standar luaran pendidikan atau kompetensi lulusan, standar proses pendidikan, hingga standar masukan atau standar isi yang meliputi standar dosen dan tenaga kependidikan, dan lainnya.

Sementara itu, salah satu narasumber dalam review kurikulum ini, Prof. Edy Cahyono menyampaikan beberapa tujuan atau objektif dari program studi. Diantaranya, menentukan pemangku kepentingan yang utama.

“Selanjutnya ada menentukan tujuan program studi yang terukur. Merumuskan tujuan program studi itu sendiri. Untuk selanjutnya bisa di dokumentasikan serta mensosialisasikan tujuan dari program studi tersebut,” ujarnya.

Baca juga:  DPC Partai Gerindra Kudus Tunggu Keputusan DPP

Langkah  untuk mewujudkan program studi yang objektif selanjutnya adalah dengan cara mendeskripsikan ketertarikan tujuan program studi dengan visi dan misi, dan kebutuhan pengguna. “Menentukan prosedur dan kriteria peninjauan ulang secara berkala. Ini yang terakhir untuk cara-cara membentuk prodi yang objektif,” pungkasnya. (cr3/fat)