Bulog Kota Semarang Tegaskan HET Beras Rp 10.900

Rendy Ardiansyah, Pimpinan Bulog Cabang Kota Semarang
Rendy Ardiansyah, Pimpinan Bulog Cabang Kota Semarang. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kota Semarang menegaskan kepada pedagang beras di pasar tradisional agar menjual beras medium Bulog dengan harga Rp 10.900. Hal tersebut disampaikan, lantaran masih banyak para pedagang menjual lebih mahal dari yang telah ditetapkan oleh Bulog.

Pimpinan Bulog Cabang Kota Semarang, Rendy Ardiansyah mengatakan, berdasarkan proses stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) pada Agustus 2022 lalu, HET beras medium Rp 9.450 per kilo. Kemudian, di tahun ini mulai naik menjadi Rp 10.900.

“Tahun lalu 9.450 harga beras medium dipasaran HET-nya terakhir sampai bulan Agustus. September baru naik. Dan sekali lagi pedagang gak boleh jual Rp 11.000 karena dia beli di kita Rp 9.950. Maksimal segitu dia jual,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Tergiur Gaji 2 Digit, Warga Semarang Utara Dipaksa Jadi Penipu

Jika ada temuan pedagang yang menjual lebih dari Rp 10.900, kata Rendy, maka pihaknya akan memberikan sanksi berupa blacklist dengan cara akan mengalihkan dropping beras Bulog kepada pedagang sembako yang lain. Pelanggar juga akan berhadapan dengan satuan tugas (satgas) pangan.

“Kita kemasannya khusus ada tulisan SPHP. kalau kita tau kita backlist ke pedagang berikutnya,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, untuk stok beras di Kota Semarang sangat cukup sampai awal bulan Januari mendatang. Kemudian jika ada permasalan terkait ketersediaan, pihaknya segera melakukan penyerapan atau impor dari daerah lainnya.

Baca juga:  RSUD dr. Adhyatma, MPH Bangun Sistem Digital untuk Mudahkan Kinerja Pelayanan

“Kalau untuk mitranya kita jangkauan luas selama harganya masuk dengan ketetapan pemerintah. Kita lakukan penyerapan mungkin ada yang panen di luar Kota Semarang. Mungkin daerah Blora, atau Pati jika mereka sudah melakukan penyerapan berlebih kita bisa beli untuk Kota Semarang,” terangnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data dari Satgas Pangan Polda Jateng mengantisipasi stok beras aman, Bulog dan pasar tradisional bisa mendapatkan pasokan beras impor. Tepatnya dari Vietnam.

“Sangat membantu itu sih kebijakan impor dari pusat kita sebagai pelaksana hanya melaksanakan saja. Begitu pula dengan mitra kita juga terbantu oleh impor,” ungkapnya. (cr7/mg4)