Lele Jadi Komoditas Unggulan Bantul

PAPARKAN: Kepala DKP Bantul Istriyani saat memaparkan soal komoditas ikan unggul di Bantul, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul menilai lele menjadi salah satu komoditas ikan unggul di Bantul. Pasalnya, tercatat  permintaan ikan lele di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) per hari mencapai 30 ton. Sedangkan untuk produksi di Bantul yakni sebanyak 5 ton.

Kepala DKP Bantul Istriyani mengungkapkan, besarnya permintaan disebabkan oleh tingginya intensitas kunjungan wisata dan mahasiswa baru yang berdatangan. Setidaknya, ada sebanyak 200 ribu lebih mahasiswa baru setiap tahunnya.

“Hal ini yang menjadi alasan pasar lele melambung. Jadi kenapa lele laku keras, karena harganya terjangkau, cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 11-12 ribu sudah bisa makan dengan lauk ikan,” ujarnya.

Baca juga:  Peringati Jogja Kembali, Seniman Muda Sukseskan Historical Orchestra

Selain itu, konsumen ikan di DIY khususnya di Bantul masih tergolong rendah. Sehingga, pihaknya terus berupaya melakukan terobosan untuk meningkatkan konsumsi ikan. Salah satunya dengan menciptakan olahan yang beragam.

“Masyarakat sudah sadar mengonsumsi ikan itu membuat pintar, tapi kalau olahannya itu-itu saja juga bosan. Makanya dengan berbagai olahan yang beragam, membuat nafsu makan ikan meningkat,” tambahnya.

Pihaknya menambahkan, telah mempunyai 37 kelompok pengolahan dan pemasaran ikan (Poklasar) di tingkat kabupaten. Sehingga, seluruh pelaku usaha, pengolah dan pemasar ikan tergabung dalam asosiasi. Serta, setiap bulan rutin melakukan pertemuan.

Baca juga:  Kembangkan Potensi Masyarakat lewat Kotagede Mencari Bakat

Selain Poklasar, ada juga Forum Komunikasi Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), yang berfokus melakukan sosialisasi dan pelatihan pengolahan. Sedangkan, untuk bisnis masih lewat Poklasar.

Sementara itu, untuk para pegawai sudah ada surat edaran bupati yang mewajibkan semua lembaga pemerintah maupun swasta mengonsumsi ikan. Realisasinya, setiap hari Senin makan siangnya harus dengan menu ikan.

“Setiap pelatihan, sosialisasi, dan rapat-rapat, disepakati untuk menunya wajib ada ikan. Kami juga sudah memberi imbauan pada RT/RW ketika ada acara, konsumsinya diusahakan ada ikan,” paparnya.(cr13/sam)