Jepara  

Melimpah Andesit & Felspar, Jepara Jadi Sasaran Penambang

Kabid JF PTSP dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara, Zaenal Arifin.
Kabid JF PTSP dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara, Zaenal Arifin. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sebab dekat dengan Gunung Muria, Kabupaten Jepara melimpah bebatuan material. Mulai dari andesit sampai felspar ada di mana-mana, sehingga jadi sasaran oleh belasan penambang.

Kabid JF PTSP dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara, Zaenal Arifin menyampaikan, terdapat 11 penambang atau galian c yang aktif dan tersebar di beberapa kecamatan di Jepara. Mulai dari Kecamatan Donorojo, wilayah paling Utara Kabupaten Jepara ini, ada empat perusahaan yang menambang. Sasarannya, bebatuan material jenis felspar dan andesit.

Mulai dari PT. Semarang Mineral Pembangunan a/n Soedibyo di desa Clering, PT. Wahana Surya Nusantara a/n Hendrik Buntoro Tanoyo di Desa yang sama. Kemudian CV. Tata Cipta a/n Abdul Aziz di Desa Banyumanis; perorangan a/n Rinda Deni Emawan (Sumberrejo).

Baca juga:  Jadi Penyumbang Terbesar Pajak Daerah, Pemkab Jepara Apresiasi PLTU Tanjungjati B

Berpindah, di Kecamatan Mayong, daerah dekat Kabupaten Kudus ini, terdapat empat galian c terdiri dari atas nama perusahaan sampai perorangan. Sasarannya, bebatuan andesit dan beberapa tanah urug.

Diawali dengan CV. Kartika Jaya a/n CV. Kartika Jaya di Desa Bungu perorangan a/n Suryo Hadi Wibowo di Desa Pancur. Selanjutnya perorangan a/n Musafak di Desa Pancur, perorangan a/n Sunaryo Sulhan juga di Desa Pancur.

Kemudian, sisanya ada di Kecamatan Kalinyamatan, Kembang dan Keling, masing-masing satu. Galian c ini, bertujuan untuk mengarungi bebatuan felspar dan tanah urug.

Baca juga:  Permudah Pelayanan Publik, Pemkab Jepara Luncurkan Aplikasi SAMUDRA

Pertama, KSU Panca Marga a/n Koesmari di Desa Keling; Kedua, CV Gunung Sari a/n Gunung Sari di Kecamatan Kalinyamatan; terakhir yaitu PT Bima Satria Jodhipati a/n Haris Sutrisno di Desa Tubanan.

“Mereka kompak ke Jepara mencari bebatuan yang paling dicari sebagai bahan bangunan, yaitu felspar dan andesit. Mereka lah yang juga memiliki ijin usaha penambangan (IUP),” papar Arifin kepada Media Joglo Jateng.

Sebagai informasi, Felspar adalah kelompok mineral tektosilikat pembentuk batuan yang membentuk 41% kerak bumi. Felspar mengkristal dari magma pada batuan beku intrusif dan ekstrusif dalam bentuk urat, dan juga terdapat dalam berbagai jenis batuan metamorf.

Kegunaan mineral ini dalam industri kaca gelas dan kaca lembaran mempunyai spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan pasar. Sebagai komponen batu granit bersama kuarsa, mika dan mineral aksesori, keindahan feldspar dimanfaatkan untuk batu hias (ornament stone).

Baca juga:  Witiarso Utomo, Bakal Calon Bupati Jepara Bagikan 1 Ton Beras untuk Warga Kurang Mampu

Sedangkan andesit, suatu jenis batuan beku vulkanik, ekstrusif, komposisi menengah, dengan tekstur afanitik hingga porfiritik. Dalam pengertian umum, Andesit adalah jenis peralihan antara basal dan dasit, dengan rentang silikon dioksida adalah 57-63 persen.

Andesit sendiri, dapat dimanfaatkan sebagai material macam keperluan, terutama untuk kebutuhan konstruksi bangunan. Batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, kabarnya bakal dipakai untuk pondasi bangunan bendungan. (cr2/fat)