Pembelajaran Nilai Tempat Lebih Mudah dengan Benda Konkret

Oleh: Indriyanti, S. Pd. SD
Guru SDN 02 Botekan, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN matematika sering dianggap sebagai pembelajaran yang sulit dan memusingkan karena berkaitan dengan angka dan operasi hitung. Supaya pembelajaran matematika lebih menyenangkan, guru harus bisa memilih media atau metode pembelajaran yang tepat. Sehingga materi lebih mudah dipahami oleh siswa.

Menurut teori Piaget, tahap perkembangan anak dibagi menjadi empat tahapan. Yaitu  tahap sensorimotor (usia 18-24 bulan), tahap praoperasional (usia 2-7 tahun), tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun), dan tahap operasional formal (usia 12 tahun ke atas).

Usia anak SD termasuk dalam tahap ketiga yaitu tahap operasional konkret. Ditandai dengan perkembangan pemikiran yang teroganisir dan rasional. Pada tahap ini, anak cukup dewasa untuk menggunakan pemikiran atau pemikiran logis. Tapi hanya bisa menerapkan logika pada objek fisik. Objek fisik yang dimaksud disini adalah benda konkret.

Menurut Syaodih (2010), konkret atau objek yang sesungguhnya akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa dalam mempelajari berbagai hal. Terutama yang menyangkut pengembangan keterampilan tertentu. Melalui objek nyata ini, kegiatan pembelajaran melibatkan semua indra siswa.

Pada Pembelajaran Nilai Tempat untuk kelas 2 SD, perlu menggunakan media benda konkret untuk memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. Dalam hal ini penulis menggunakan sedotan sebagai benda konkretnya.

Adapun Langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut. Untuk nilai tempat ratusan, kemas 100 buah sedotan dalam satu plastik transparan. Jadi dalam satu wadah plastik transparan (1 pack) bernilai 100. Untuk nilai tempat puluhan, ikat 10 buah sedotan dengan karet. Jadi 1 ikat sedotan bernilai 10. Kemudian untuk nilai tempat satuan, sedotan dibiarkan saja. Maka 1 buah sedotan bernilai 1.

Cara penggunaannya adalah dengan menggabung sedotan dalam bentuk beberapa pack, beberapa ikat, dan beberapa buah sesuai dengan kebutuhan. Misalnya pada bilangan 347 kita ambil sedotan sejumlah 3 pack, 4 ikat, dan 7 buah. Artinya nilai tempat 3 adalah ratusan, nilai tempat 4 adalah puluhan, dan nilai tempat 7 adalah satuan. Dengan begitu, diharapkan pembelajaran tentang nilai tempat lebih menyenangkan dan lebih mudah dipahami oleh siswa.

Dari pengalaman penulis menerapkan pembelajaran dengan benda konkret pada materi Nilai Tempat di kelas 2 SD Negeri 02 Botekan. Peserta didik merasa senang dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran sehingga nilai hasil belajar siswapun meningkat. (*)