Kantor Bank Jateng Cabang Pembantu Nguter, Diresmikan

Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Plt Dirut Bank Jateng Irianto Harko Saputro didampingi Ketua DPRD, dan Pemimpin Bank Jateng Sukoharjo meninjau kantor saat peresmian Kantor Bank Jateng Cabang Pembantu Nguter, Selasa (19/9/2023). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SUKOHARJO, Joglo Jateng – Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama dengan Plt Dirut Bank Jateng Irianto Harko Saputro meresmikan Kantor Bank Jateng Cabang Pembantu (Capem) Nguter, Selasa (19/9/2023).

Kantor baru ini berada di sisi timur Jalan Raya Nguter-Wonogiri, tepatnya selatan Kantor Kecamatan Nguter.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani di sela-sela peresmian Kantor Capem Nguter berharap, pelayanan terhadap nasabah lebih maksimal dan memberikan yang terbaik.

“Dengan kantor cabang pembantu yang baru ini mudah-mudahan, pelayanan terhadap nasabah menjadi lebih maksimal, lebih baik dan tentunya lebih dekat. Karena nasabah tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota Sukoharjo,” ungkap Etik.

Menurut Etik, selama ini kolaborasi antara Bank Jateng khususnya Cabang Sukoharjo dengan Pemkab Sukoharjo sudah terjalin dengan baik. Salah satunya adalah dana CSR.

“Khusus CSR dari Bank Jateng ini, untuk sementara ini memang kami fokuskan pada pengentasan kemiskinan ekstrim. Ada RTLH serta persoalan stunting,” imbuhnya.

Selain itu, juga akan digunakan untuk pembuatan sumur dalam bagi daerah yang belum ada pamsimas. Yakni di dukuh Pendem Desa Kedungjambal serta di Desa Watubonang Kecamatan Tawangsari.

Plt Dirut Bank Jateng Irianto mengatakan, sebenarnya Kantor Capem di Nguter sudah ada, tetapi saat ini bergeser ke tempat baru yang lebih representatif.

Harapannya dengan kantor yang lebih baik tersebut, pertumbuhan ekonomi di Sukoharjo khususnya di Nguter juga menjadi lebih baik.

“Di Kabupaten Sukoharjo ini sudah ada lima Kantor Capem. Yakni di Tawangsari, Kartasura, Mojolaban, Solo Baru dan Nguter,” imbuhnya.

Terkait dengan kondisi Bank Jateng secara umum, Irianto mengatakan, pertumbuhan kredit Bank Jateng di atas rata-rata perbankan di Jawa Tengah. Dan yang tertinggi UMKM.

“Kita ingin wujud Bank Jateng sebagai Bank Pembangunan Jateng membantu dari sisi produktif masyarakat, salah satunya sektor kredit murah UMKM itu.”

Terkait dengan deviden, Irianto yan merupakan alumnus SMAN Tawangsari ini mengatakan, laba itu nanti juga akan kembali ke daerah salah satunya diwujudkan dalam bentuk CSR.

“Untuk CSR ini, Kabupaten Sukoharjo ini nilainya terbesar ketiga di Jawa Tengah. Sedangkan untuk labanya terbesar kedua setelah Bank Jateng Solo,” ungkap Irianto. (hms/rds)