UMY Hapuskan Skripsi sebagai Syarat Kelulusan

Rektor UMY, Prof. Gunawan Budianto
Rektor UMY, Prof. Gunawan Budianto. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerapkan penghapusan skripsi sebagai syarat keputusan. Hal ini sesuai dengan peraturan Kemendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, yang mengubah persyaratan kelulusan bagi mahasiswa S1 dan D4 berupa penghapusan skripsi menjadi tugas akhir.

Selama ini, skripsi telah menjadi prasyarat untuk menyelesaikan studi, namun pandangan ini mengalami perubahan yang signifikan. Keputusan ini memberi keleluasaan kepada perguruan tinggi untuk menentukan beragam persyaratan kelulusan, tak hanya terbatas skripsi, tetapi mencakup prototipe, proyek dan berbagai bentuk lainnya.

Rektor UMY, Prof. Gunawan Budianto mengungkapkan, konsep tersebut dalam persyaratan kelulusan mahasiswa S1 selama empat tahun terakhir. Serta, pihaknya telah menggantikan persyaratan skripsi dengan beragam jenis tugas.

Baca juga:  Sultan Perintahkan Gulung Karpet Merah Semua Tambang Ilegal di Yogyakarta

“Skripsi telah kami ganti dengan tugas, seperti laporan kerja lapangan yang menggambarkan pengalaman mahasiswa, magang dan bentuk lainnya,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, selama di masa pandemi, mahasiswa fakultas ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat yang menjadi relawan dapat memandang pengabdiannya sebagai bagian dari tugas akhir. Sekaligus, untuk memenuhi persyaratan kelulusan.

“Skenario serupa juga berlaku untuk beberapa jurusan lainnya, termasuk teknik sipil, teknik elektro, teknik mesin, hingga pertanian. Perubahan ini menghadirkan pendekatan yang lebih fleksibel dalam persyaratan kelulusan,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini mencerminkan adaptasi perguruan tinggi terhadap perubahan zaman. “Serta, memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan beragam keterampilan dan pengetahuan di luar batasan tradisional,” pungkasnya.

Baca juga:  Perpanjangan Masa Jabatan Lurah, Bupati Bantul Minta Fokus Pada Tiga Permasalahan Pokok

Sementara itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UMY, Fajar Junaedi menyampaikan, sudah menjalankan rubrikasi skripsi sejak tiga tahun terakhir. Dengan memungkinkan mahasiswa memilih skripsi dalam berbagai format.

“Di antaranya format laporan penelitian dan artikel jurnal, yang penulisannya dalam bentuk artikel yang di submit ke jurnal Sinta 1-6 atau presentasi di konferensi internasional. Kelulusan dengan indikator publish atau presentasi. Terakhir, ada rubrikasi skripsi karya merujuk peta okupasi komunikasi dan SKKNI, sudah berjalan sekitar tiga tahunan,” paparnya.(cr11/sam)