3 Minggu Bergulir, Harga Beras di Bantul Masih Meroket

SEPI: Salah satu pedagang beras di Pasar Bantul, Topo (58) yang tengah menunggu pembeli, Selasa (19/9/23). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Harga beras di Kabupaten Bantul beberapa pekan terakhir ini masih mengalami kenaikan. Dari yang sebelumya, Rp 10-11 ribu menjadi Rp 13-15 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Agus Sulistiyana mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan berupa operasional dan pemeliharaan (OP). Berupa suplai pasokan beras kepada pedagang dengan ketentuan per lima kilogram seharga Rp 51 ribu.

“Per Selasa (19/9) ini, telah melakukan OP di Pasar Niten sebanyak 8 ton. Harapannya kami juga melakukannya di semua pasar, sehingga ketersediaan beras tercukupi dan harga bisa turun,” paparnya.

Baca juga:  Perkembangan Uji Kir Gratis masih Belum Meningkat Signifikan

Sementara itu, salah satu pedagang beras di Pasar Bantul, Topo (58) warga Kalurahan Gilangharajo, Kapanewon Pandak, mengeluhkan sepi pelanggan. Sudah tiga pekan bergulir, harga beras belum mengalami penurunan.

“Sekarang ini pelanggan sepi karena harga masih melambung. Harganya yang paling murah biasanya dijual Rp 10-11 ribu sekarang menjadi 13 ribu. Sedangkan yang kualitasnya lebih bagus mencapai Rp 15 ribu,” ungkapnya.

Pria yang berdagang beras sejak tahun 80an ini menambahkan, dalam sehari hanya bisa menjual kurang lebih sebanyak dua kuintal. Itu dihasilkan berkat orderan dari pembeli yang sudah menjadi pelanggan lama, seperti rumah makan. Serta, dibeli oleh konsumen perorangan sekitar 50 kilogram.

Baca juga:  Sri Sultan Tekankan Pejabat Baru Mampu Manfaatkan Momentum

“Penurunan penjualan terjadi sejak covid-19 dan menyebabkan pelanggan yang rutin memesan melakukan penyetopan, karena mengalami kebangkrutan. Kemudian, penyebab lainya faktor kekeringan, yang membuat petani tidak menanam padi. Untungnya, barang beras tidak akan busuk seperti makanan, sehingga masih bisa dijual,” tuturnya.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh pedagang lain, Katinem (72) warga Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan. Dirinya menyampaikan, akan ada suplai beras dengan harga murah kepada para pedagang.

“Katanya dari pemerintah akan ada suplai beras yang bisa dijual dengan harga murah. Namun sampai saat ini nyatanya belum ada,” ujarnya. (cr13/sam/mg4)