Figur  

Jadikan Soekarno sebagai Suri Tauladan

Adelia Putri Septiani
Adelia Putri Septiani. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PRESIDEN Republik Indonesia (RI) pertama Ir. Soekarno menjadi inspirasi Adelia Putri Septiani. Menurutnya, sosok sang proklamator itu dapat menyampaikan pesan kepada generasi muda akan semangat nasionalisme.

Menurutnya, Sukarno dalam memerdekakan bangsa Indonesia atas kolonialisme Belanda maupun Jepang, melalui proses sulit. Tidak hanya ada perseteruan ekstern, melainkan juga di intern.

Perempuan kelahiran Samarinda, 6 September 2002 ini mengatakan, gagasan kemerdekaan secepatnya menghantarkan tragedi penculikan Soekarno di Rengasdengklok. Golongan muda bersikukuh untuk segera dilaksanakan, sementara golongan tua berseberangan.

“Golongan muda ingin cepat, tapi golongan tua memperhatikan situasi dan kondisi. Sampai pada akhirnya, pada 17 Agustus 1945 proklamasi pun digelar,” papar Adelia kepada Joglo Jateng, Selasa (19/9/23).

Baca juga:  Kombinasikan Makanan Lokal dan Western

Selain itu, ia menjelaskan, sikap tegas, lugas dan jelas dalam potret Sukarno merupakan kekhasan yang patut dijadikan suri tauladan bagi generasi muda. Pasalnya, pendirian bangsa abad ini kian renta menghadapi permasalahan.

“Abad ini dirundung dengan overthinking yang terkesan tidak jelas. Padahal, dengan meniru Soekarno, akan jadi kekuatan hebat dalam menghadapi permasalahan. Di antaranya, tentu dengan membaca buku (berpengetahuan),” jelasnya.

Sementara itu, pemilik akun Instagram @adeliadeng_ tersebut menerangkan bahwa sosok Soekarno dapat dijadikan inspirasi tidak hanya melalui buku. Melainkan juga lewat musik, musikalisasi puisi bahkan teater. Sebab, kata dia, teks terlalu sunyi.

Baca juga:  Keluar dari Zona Nyaman untuk Raih Impian

Sehingga, pemanfaatan audio maupun visual dapat menjadi pemicu ketertarikan generasi muda (millenial dan z). Dengan metode demikian, menurut mahasiswi Unisnu Jepara ini, minimal akan menggeret Soekarnois baru.

“Seni musik, tari, teater, yang berhubungan dengan audio dan visual, sejauh ini, jadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda. Memang, media lama perlahan ditinggalkan. Dari sana, akan memunculkan kader pemikir Soekarno,” pungkasnya. (cr2/gih)