BPBD Bantul Siapkan Antisipasi Longsor Jelang Musim Hujan

PERISTIWA: Longsor yang terjadi di salah satu wilayah di Bantul tahun lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, untuk menghadapi potensi longsor. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menyebutkan, pihaknya telah menyediakan terpal darurat untuk daerah yang berpotensi longsor.

“Rencananya kami mengaktifkan kembali pos pantauan banjir dan longsor yang tersebar di 29 kalurahan, serta satu pos induk di wilayah Bantul. Mengingat musim hujan dijadwalkan akan berlangsung pada November-Desember 2023,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, 29 kalurahan yang menjadi fokus perhatian ini tersebar di berbagai kapanewon di Bantul. Di antaranya Kapanewon Bantul, Kretek, Pleret, Pundong, Piyungan, Jetis, Banguntapan, dan Imogiri.

Baca juga:  9 Rumah Makan di Sleman Didapati Gunakan Gas Subsidi

“Kami telah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk mendiskusikan kebutuhan bronjong atau anyaman. Yang berbentuk kotak persegi terbuat dari kawat baja,” imbuhnya.

Langkah ini dimaksudkan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana longsor di wilayah tersebut. Mengingat terdapat tiga wilayah yang diidentifikasi memiliki potensi tinggi terjadinya longsor. Yaitu Kapanewon Pundong, Imogiri, dan Piyungan.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah potensi terkena dampak longsor. Yakni untuk ikut serta dalam upaya persiapan menghadapi bencana,” ujarnya. (cr11/sam/mg4)