Lakukan Pemeriksaan HIV dalam Sero Survey

PERIKSA: Petugas Puskesmas Kasihan II tengah melakukan pemeriksaan data pasien HIV dalam layanan extra hour, Kamis (21/9/23). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Puskesmas Kasihan II telah membuka layanan extra hour, terkait program Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Langkah proaktif ini diambil, mengingat ditemukan 10 kasus HIV di Bantul dalam Sero Survey beberapa waktu lalu.

Kepala UPTD Puskesmas Kasihan II, Elmi Yudihapsari menyebutkan, hal ini dilakukan dengan pertimbangan untuk menjaga privasi pasien-pasien yang terlibat dalam program ini, mengingat sensitivitas masalah kesehatan. Setidaknya ada enam pasien yang mengikuti pemeriksaan HIV pada Kamis (21/9).

“Sebagian besar peserta pemeriksaan berasal dari luar wilayah Kasihan. Dari ke enam pasien ini, mayoritas pesertanya didominasi dengan laki-laki dan perempuan hanya 1 atau 2 orang saja. Dengan hasil sebagian besar negatif dan sisanya perlu melakukan tes ulang pekan depan. Sedangkan, yang berobat sudah ada 15 orang,” ungkapnya.

Baca juga:  The Overseas Immersion Program #2: Memperkaya Wawasan Artistik Mahasiswa NAFA dan ISI

Pihaknya menambahkan, peserta pemeriksaan HIV ini didominasi dengan anak usia produktif. Serta, terdapat beberapa berusia sekitar 60 tahun, yang memiliki indikasi pernah melakukan hubungan seksual secara bebas.

“Pasien terdiagnosis harus mengambil obat rutin di puskesmas yang biayanya ditanggung pemerintah, sebagai bagian dari pengawasan dan pemeriksaan rutin. Sehingga hanya perlu membayar retribusi pendaftaran saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut, terkait layanan tes HIV ini tersedia dua pekan sekali, pada pekan pertama awal bulan dan pekan ketiga. Serta, data pasien yang telah mengikuti tes akan tetap dijaga rahasianya.

Baca juga:  Waspada Flu Singapura di Yogyakarta! Kasus Meningkat 2.317 Suspek

“Untuk itu, kami merasa senang mereka sudah mau berobat. Sehingga, kami berusaha untuk menjaga privasi mereka. Jadi kami benar-benar tidak mengetahui jumlah data yang konkret, hanya data yang terdaftar di Puskesmas Kasihan II saja,” pungkasnya.(cr11/sam)