Kudus  

Pemkab Kudus Targetkan Semua Desa Jadi Smart Village

KUNJUNGI: Bupati Kudus Hartopo saat mengunjungi gerai dari masing-masing desa wisata di Kudus pada pameran UMKM di Alun-alun Kudus beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus, menargetkan semua desa di Kudus menjadi desa cerdas (smart village). Hal itu dilakukan untuk mengoptimalisasi potensi desa agar semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Desa cerdas merupakan program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Fokusnya pada penguatan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan teknologi informasi dalam berbagai aspek pembangunan desa yang tidak meninggalkan religius dan budaya lokal desa,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Djati Solechah.

Baca juga:  Rp 3 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Stadion Wergu Wetan Kudus

Sebelumnya, kata dia, Kudus sudah mengusulkan 45 desa dari 123 desa di Kudus menjadi desa cerdas. Hasilnya, 45 desa tersebut dinyatakan lolos seleksi serta ditetapkan Kemendesa PDTT sebagai desa cerdas pada fase ketiga awal 2023.

“Untuk menjadi desa cerdas, tentunya ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Saat ini kami tengah mempersiapkan semua desa di Kudus agar bisa menjadi desa cerdas,” ujarnya.

Persiapan itu di antaranya, kata dia, mendorong masing-masing desa memiliki profil desa. Sehingga ketika ada perubahan bisa diunggah di website pemkab termasuk potensi desanya juga harus digali dan tercatat dengan baik agar nantinya bisa dikembangkan.

Baca juga:  Desa Mejobo Giat Mitigasi Bencana Hingga Budidaya Ikan

Budaya lokal yang sudah ada, imbuh dia, perlu dilestarikan dengan membuat program kegiatan. Tujuannya untuk mengenalkan budaya tersebut kepada masyarakat. Terutama generasi muda yang dimungkinkan tidak mengenalnya.

“Desa cerdas merupakan upaya untuk mewujudkan desa mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya dengan memanfaatkan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa,” ujarnya.

Desa cerdas, kata dia, juga tindak lanjut dari pengembangan smart city yang dicanangkan oleh Pemkab Kudus sejak 2016. Tentunya desa cerdas juga dituntut berinovasi dan senantiasa memperhatikan peningkatan perekonomian, sosial, dan lingkungan masyarakatnya.

Baca juga:  Jaga 7 Stabilitas Komoditas Pangan Melalui GPM

Hadirnya desa cerdas, kata dia, juga sebagai upaya untuk mengakselerasi pembangunan desa. Dengan cara meningkatkan kecerdasan, kesejahteraan, dan keharmonisan masyarakat lokal.

Program desa cerdas, imbuh dia, memiliki enam pilar. Yakni warga cerdas, mobilitas cerdas, ekonomi cerdas, pemerintahan cerdas, pola hidup cerdas, dan lingkungan cerdas. (ara/fat)