Pati  

Wacana Naik Haji Satu Kali Dinilai Rasional

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Pati, Abdul Hamid. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten menanggapi wacana naik hanya cukup satu kali. Wacana tersebut dianggap rasional dengan jumlah antrean calon jemaah haji saat ini.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah  pada Kemenag Pati, Abdul Hamid mengatakan, wacana naik haji hanya itu memiliki sejumlah keuntungan. Salah satunya diharapkan bisa mengurangi masa tunggu jamaah haji agar tidak terlalu lama.

“Usulan haji satu kali itu sebenarnya cukup rasional. Meskipun tetap ada tarik ulur perbedaan pendapat. Tapi tentu itu dapat memangkas masa tunggu haji yang cukup panjang,” ucap Hamid, belum lama ini.

Baca juga:  265 Pondok Pesantren Berdiri di Pati

Sebagaimana diketahui, masyarakat Pati Mina Tani yang hendak menunaikan ibadah haji perlu menunggu puluhan tahun. Pasalnya, masa tunggu pemberangkatan jemaah haji disebut hingga 31 tahun.

Diperkirakan pendaftar haji tahun ini akan berangkat pada 2054. Mengingat antrean haji di Kabupaten Pati yang telah terdaftar mencapai 42 ribu orang.

Meskipun begitu, pihaknya juga menilai apabila usulan tersebut disahkan menjadi peraturan maka akan menimbulkan polemik baru dalam penyelenggaraan haji. Pasalnya, haji menjadi satu kali dinilai akan menimbulkan perbincangan baik secara hukum agama maupun lainnya.

Baca juga:  Wartoyo-Muh Zen Semakin Mesra

“Sisi lain seperti ini, kalau ini jadi kata mati tidak bisa fleksibel. Maka juga akan menjadikan masalah berkaitan dengan pembimbing dan manasik,” sebut dia.

Ia menerangkan bahwa persoalan bab fiqh yang akan berpotensi menjadi polemik atas usulan haji satu kali. Yakni berkaitan dengan Haji Nadzar. Kendaraan beberapa kejadian juga terdapat haji kurang sempurna yang diharuskan orang tersebut dilakukan pengulangan untuk haji diberikutnya.

“Yang menjadi persoalan misalnya haji nadzar, yang mengharuskan memenuhi karena sudah bernazar. Lalu juga haji yang belum sah karena wukuf dan rukun haji lain belum terpenuhi, sehingga harus mengulang,” pungkasnya. (lut/fat)