Jepara  

Warga Karimunjaya Tuntut Komitmen Penanganan Polemik Tambak Udang

SUARAKAN: Ratusan masyarakat Karimunjawa berkumpul di Alun-alun untuk menuntuk kominten instansi menangani polemik tambak udang, di wilayahnya, belum lama ini. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Ratusan masyarakat Karimunjawa tuntut sejumlah instansi usut tuntas polemik tambak udang. Limbah yang mencemari lingkungan terkesan dibiarkan, sehingga komitmen dibutuhkan.

Tuntutan masyarakat terbalut dalam gerakan Save Karimunjawa Jumat, 22 September 2023. Mereka berkumpul di Alun-alun Karimunjawa lalu menemui sejumlah instansi yang terkait dengan polemik tambak udang.

Mulai dari Desa, Kecamatan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, serta Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa. Di sana, dilakukan audiensi dan keempatnya komitmen menutup tambak udang.

Aksi tersebut, menuai secercah harapan usai Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Karimunjawa, Isai Yusidarta membuat surat pernyataan. Yakni berupa pemotongan pipa inlead dan outlead.

Diketahui, pipa itu digunakan pengusaha tambak udang untuk membuang limbah ke pesisir pantai. Adapun, BTN menandatangani sebab pipa inlead dan outlead melewati area BTN. Sehingga, masyarakat plong setelah disepakati.

Baca juga:  Pemkab Jepara akan Tindak Tegas ASN yang Terlibat Judi Online

Koordinator Aksi Save Karimunjawa, Andre memaparkan, aksi ini merupakan luapan keresahan masyarakat Karimunjawa atas limbah tambak udang. Pasalnya, limbah itu telah mencemari lingkungan.

“Sejak tahun 2017 sampai sekarang, limbah tambak udang belum dieksekusi secara serius oleh pemerintah. Oleh sebab itu, aksi damai ini digelar,” papar Andre kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Sementara itu, Pegiat Lingkungan, Bambang Zakaria mengaku bahagia atas aksi yang berlangsung secara damai dan aman. Adapun, ia juga memberikan tenggat waktu kepada BTN Karimunjawa selama lima hari untuk eksekusi.

Baca juga:  KIP Jadi Ujung Tombak Informasi Masyarakat

“Mulai dari sekarang, jika sampai lima hari ke depan BTN Karimunjawa tidak kunjung mengeksekusi, maka kami meminta untuk angkat kaki dari Karimunjawa karena tidak becus menangani,” tutup Bang Jack, sapaan akrabnya. (cr2/fat)