Kliping IPAS Merdeka Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar

Oleh: Dwiana Kurniawati, S.Pd.SD
Guru SDN 1 Krandegan, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara

PEMBELAJARAN yang dihadirkan guru di kelas dipengaruhi oleh bagaimana guru menciptakan iklim pembelajaran di kelas. Termasuk di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Krandegan, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara. Inovasi guru dalam menciptakan media pembelajaran sangat menentukan aktivitas yang terjadi dalam pembelajaran.

Media pembelajaran yang baik adalah media pembelajaran yang mampu merangsang siswa untuk termotivasi dalam belajar. Selain itu mampu meningkatkan keterampilan berpikir siswa.

Media belajar membantu guru dalam menyampaikan materi yang abstrak agar lebih nyata dan mudah dimengerti oleh siswa. Selain media pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan guru di kelas juga memberikan peran penting terhadap keberhasilan kegiatan pembelajaran.

Penerapan model pembelajaran yang tepat akan berdampak pada pemberdayaan media belajar secara maksimal yang digunakan guru. Sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa, baik hasil belajar dalam aspek pengetahuan maupun keterampilan.

Pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS) akan lebih bermakna apabila dilakukan dengan melibatkan siswa dalam membuat karya. Sehingga dapat menumbuhkan keterampilan berpikir siswa, utamanya keterampilan berpikir kreatif.

Bahan dan beban belajar IPAS yang padat sering kali membuat guru kesulitan dalam menyelesaikan target pembelajaran. Sehingga berpengaruh terhadap capaian ketuntasan belajar siswa.

Materi IPAS Kurikulum Merdeka yang beragam dan lintas displin materi IPA dan IPS memberikan tantangan bagi guru dalam menyampaikannya kepada siswa. Keberagaman materi IPAS dan waktu yang tidak seimbang memberikan tantangan bagi guru untuk menciptakan strategi pembelajaran yang praktis bagi siswa agar semua materi terserap oleh siswa.

Strategi pembelajaran yang praktis tidak akan berhasil apabila tidak disertai pelibatan siswa secara aktif. Oleh sebab itu, dibutuhkan media berbasis model pembelajaran yang tepat agar nantinya dapat menghasilkan hasil belajar yang maksimal. Salah satunya media kliping berbasis Project Based Learning untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa.

Media kliping merupakan salah satu media yang dapat diberdayakan dalam pembelajaran IPAS. Kliping adalah media belajar yang berasal dari potongan-potongan kertas yang berisi informasi, berita yang diambil dari buku, majalah, surat kabar yang memberikan informasi tertentu terkait materi belajar.

Kliping merupakan guntingan atau kumpulan artikel, berita, gambar, dari surat kabar, majalah, buku, untuk disimpan dan didokumentasikan. Karena kliping merupakan salah satu media pengajaran dua dimensi.

Kliping merupakan kegiatan pengguntingan atau pemotongan bagian bagian surat kabar maupun majalah, kemudian disusun dengan sistem tertentu dalam berbagai bidang. Dengan kegiatan membuat kliping, siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran. Karena terlibat langsung dalam pembelajaran.

Pemberdayaan media kliping dalam pembelajaran IPAS guru menerapkan pembelajaran berbasis project melalui implementasi model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Dalam PjBL, siswa dihadapkan pada masalah atau diberikan project belajar yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dan dilanjutkan dengan proses mencari, menyelidiki, dan menemukan sendiri. Sehingga siswa memperoleh pengetahuannya secara lengkap dengan menggunakan ide, atau gagasan-gagasan baru yang di peroleh. Baik dari teori, konsep, informasi yang telah dikembangkan menjadi sesuatu yang baru dan berbeda.

PjBL dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa khususnya keterampilan berpikir kreatif siswa. Keterampilan berpikir kreatif sangat penting dan bermanfaat sekali bagi siswa, terutama dalam memecahkan masalah atau kesulitan dalam belajar. Keterampilan dalam berfikir kreatif siswa dengan baik dapat menentukan kesuksesan dalam belajar. (*)