IPG Pemalang Terendah Ketiga di Jateng

Kabid PPPA DinsosKBPPPA Pemalang Moh. Tarom
Kabid PPPA DinsosKBPPPA Pemalang Moh. Tarom. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dinas Sosial Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosKBPPPA) Pemalang mencatat, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Pemalang tertinggal jauh dari 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berada di peringkat ketiga dari bawah, menjadikan Pemalang masih belum ramah dengan kesetaraan gender, terutama keberimbangan antara perempuan dan laki-laki di seluruh aspek kehidupan.

Plt Kepala DinsosKBPPPA Pemalang Heri Firmantyo melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Moh. Tarom menuturkan, angka IPG di Pemalang sangat tertinggal jauh di tingkat nasional, bahkan provinsi. Di mana secara standar, IPG harus berada pada angka 100 persen, namun catatan terakhir Pemalang di 2022 sebesar 86,7 persen.

Baca juga:  Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat Sekitar Sumber Mata Air

“Berdasarkan catatan angka di BPS Pemalang, angka kita masih jauh dari standar penilaian di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Jadi standarnya harus mendekati 100 persen, kalau masih di bawah itu masuk kategori tidak bagus,” paparnya.

Ia memaparkan, angka IPG ini menjadi pertanda bahwa ketimpangan gender di Pemalang masih terjadi, terutama pada perempuan yang masih jauh di bawah laki-laki. Contohnya pada ruang lingkup ekonomi, terlihat pada perhitungan rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan antara laki-laki dan perempuan dengan perbandingan 60 banding 40 secara gender.

Baca juga:  DPC Gerindra Pemalang Resmi Buka Pendaftaran, Jaring Bacabup/Bacawabup

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan evaluasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di seluruh desa di 14 kecamatan di Kabupaten Pemalang. Dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait baik pemerintah, organisasi, hingga peran aktif masyarakat untuk mewujudkan kesetaraan gender dan kesejahteraan rakyat yang merata di Kabupaten Pemalang.

“Pada sektor umum, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial menjadi perhatian kita dalam pelaksanaan PUG. Agar peran gender di masyarakat dapat berimbang, sehingga menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat nantinya,” paparnya. (fan/abd)