Senang Belajar Matematika

Oleh: Tri Eni, S.Pd.SD
Guru SD N Babakan, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

DALAM Kurikulum Merdeka, kegiatan belajar mengajar lebih berorientasi pada peserta didik. Oleh karena itu, guru diharapkan lebih kreatif agar bisa menciptakan kondisi belajar yang nyaman dan menyenangkan. Sehingga peserta didik dapat menerima materi pelajaran yang disampaikan guru secara maksimal. Tak terkecuali pada pembelajaran matematika yang sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami dan sangat membosankan.

Menurut Teori Perkembangan kognitif Jean Piaget atau Teori Piaget, perkembangan kognitif anak dibagi menjadi empat tahap. Pertama, tahap sensorimotor (usia 18-24 bulan), kedua tahap praoperasional (usia 2-7 tahun). Ketiga tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun), dan yang keempat tahap operasional formal (usia 12 tahun ke atas).

Berdasarkan Teori Piaget, usia anak SD berada pada tahap ketiga yaitu tahap operasional konkret. Pada tahapan ini anak-anak sudah mampu menggunakan pemikiran logis. Tapi hanya bisa menerapkan logika pada objek fisik.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata konkret berarti nyata: benar- benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Menurut Syaodih (2010), konkret atau objek yang sesungguhnya akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa dalam mempelajari berbagai hal. Terutama yang menyangkut pengembangan keterampilan tertentu.

Dalam pembahasan ini yaitu keterampilan pengurangan dengan menggunakan benda konkret, di kelas 1 SD guru menggunakan benda konkret yang ada di sekitar peserta didik. Sehingga lebih mudah memahami. Dalam kegiatan pembelajaran ini benda konkret yang digunakan oleh guru yaitu karet gelang.

Dalam proses pembelajaran, guru memberikan contoh soal pengurangan kepada peserta didik. Kemudian guru mengajarkan cara mengerjakan pengurangan dengan media karet gelang. Setelah itu dengan bimbingan guru peserta didik diminta untuk mengerjakan pengurangan seperti yang sudah dicontohkan oleh guru di depan kelas. Yaitu 18 – 6, guru mengarahkan peserta didik pertama untuk mengambil karet gelang sebanyak 18 buah. Kemudian peserta didik pertama memberikan karet gelang yang sudah diambil kepada peserta didik yang kedua sejumlah 6 karet gelang.

Setelah itu guru mengarahkan peserta didik untuk menghitung bersama-sama sisa karet gelang yang ada pada peserta didik pertama. Kemudian guru meminta peserta didik yang lain untuk mendemonstrasikan contoh yang diberikan guru. Sehingga setiap peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik.

Berdasarkan pengamatan, penggunaan media karet gelang pada materi pengurangan dalam pembelajaran matematika di Kelas 1 SD peserta didik terlihat lebih aktif dan lebih termotivasi. Dengan meningkatnya motivasi belajar peserta didik dalam materi pengurangan pada pembelajaran matematika di kelas 1 SD, diharapkan akan meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. (*)