RSJD Surakarta Launching Gandhos Basah

SIMBOLIS: Direktur RSJD Arif Zainudin dr Tri Kuncoro secara simbolis Launching Operasional Bank Sampah bersama Direktur Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta Denok Marti Astuti, belum lama ini. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin Surakarta telah me-launching Operasional Bank Sampah dan E-Bank Sampah, serta aplikasi E-Bank Sampah ‘Gandhos Basah’ pada, Jumat (29/9). Kegiatan itu menjadi salah satu komitmen pihak rumah sakit dalam upaya ikut serta mengatasi masalah sampah di Surakarta.

Acara launching juga dihadiri ADUPI Pusat Agus Hartono, yang memberi dukungan nyata untuk inovasi Green Hospital melalui Pemanfaatan Bank Sampah (Gandhos Basah) berupa 2 box drop wadah botol plastik bekas.

Direktur RSJD Arif Zainudin dr Tri Kuncoro, MMR mengatakan, ditengah isu keberlanjutan dan perlindungan lingkungan yang semakin mendapat perhatian, RSJD Dr Arif Zainudin sebagai Green Hospital turut berkomitmen dalam mengatasi masalah limbah. Peningkatan volume limbah yang tak terkendali akan menyebabkan berbagai kerusakan lingkungan, pencemaran, bahkan timbulnya penyakit jika tidak segera ditangani.

“Kita sebagai Rumah Sakit member global green hospital fokus pada tiga pengelolaan green hospital. Yakni pengolahan sampah, air dan energi. Adanya launching ini, diharapkan mampu melengkapi akreditasi maupun sertifikasi yang sudah dilaksanakan. Khususnya terhadap pelayanann kepada masyarakat,” terangnya usai launching Operasional Bank Sampah dan E-Bank Sampah di RSJD Surakarta, Jumat (29/9).

Baca juga:  Bank Jateng Bersama PT Sandana dan PERSI Jawa Tengah Bersinergi Kembangkan Bisnis Jasa Kesehatan

Tri Kuncoro menambahkan, akreditasi rumah sakit tidak hanya berhenti pada pemberian pelayanan kepada masyarakat saja. Namun, pihaknya juga harus berfikir terkait kenyamanan, keamanan kepada pasien dan masyarakat.

“Sehingga pengelolaan Rumah Sakit yang ramah lingkungan ini melengkapi apa yang sudah kita lakukan. Karena lingkungan di sini, banyak sekali material yang berbahaya kalau tidak kita kelola dengan baik itu juga bisa membahayakan pasien, masyarakat ataupun diri sendiri. Maka dari itu kita implemantasikan agar lingkungan lebih baik, sehingga semua bisa sehat, aman, dan nyaman dalam menjalankan aktifitas,” imbuhnya.

Menurutnya, Bank Sampah yang sudah dicetuskan itu, menjadi metode pengelolaan sampa, yang meliputi pilah, angkut, dan pendistribusian. Pihaknya mengaku, akan melibatkan masyarakat dalam mensukseskan program tersebut. Sehingga, adanya bank sampah juga akan merubah perilaku dari masyarakat menjadi lebih baik.

“Masyarakat akan bisa jadi nasabah bank sampah. Semoga dengan hadirnya bank sampah ini, yang tadinya sampah akan menjadi berkah. Karena nilai ekonomi masyarakat akan meningkat. Sehingga Launcing Operasional Bank Sampah akan memberi kemanfaatan,” tuturnya.

Baca juga:  Bank Jateng Bersama PT Sandana dan PERSI Jawa Tengah Bersinergi Kembangkan Bisnis Jasa Kesehatan

Disisi lain, Kepala Seksi Penunjang Non Medis sekaligus pencetus ide Bank Sampah RSJD Surakarta Budi Prasetyo menambahkan, program bank sampah merupakan program inovasi dari aksi perubahan. Program itu hadir karena melihat problematika sampah yang saat ini masih menjadi masalah yang krusial dan perlu adanya penanganan serius.

“Di rumah sakit ini saja misalnya, setiap harinya menghasilkan setidaknya 500 hingga 600 kg sampah.  65 persen sampah yang dihasilkan adalah sampah kering. Jika hanya dikumpulkan, diangkut, dan dibuang, nanti akan memenuhi TPST Putri Cempo. Maka kita punya gagasan bagaimana bisa punya kontribusi untuk mengurangi sampah. Salah satunya dengan bank sampah ini. Jadi sampah akan dikumpulkan, dipilah, dan daur ulang,” paparnya.

Budi menambahkan, khawatir suatu saat akan berkembang pesat dan minat masyarakat dalam mengelola sampah akan semakin banyak. Maka dalam pengelolaannya RSJD Dr Arif Zainudin memberikan inovasi  digital. Tujuannya agar pengelolaan akan semakain mudah.

Baca juga:  Bank Jateng Bersama PT Sandana dan PERSI Jawa Tengah Bersinergi Kembangkan Bisnis Jasa Kesehatan

“Maka kami siapkan dalam bentuk pengelolaan menggunakan teknologi digital melalui aplikasi E-bank sampah. Melalui teknologi digital pendekatan edukatif, kemitraan strategis, inovasi ini, menjadi langkah maju dalem menjaga kelestarian lingkungan yang dikemas sebagai Gandhos Basah yang bisa diunduh melalui Playstore,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta Denok Marti Astuti mengungkapkan, sangat memberi apresiasi kepada RSJD Dr Arif Zainudin yang peduli dengan masalah sampah. Harapannya tidak hanya di rumah sakit program tersebut diaplikasikan. Namun, gemanya juga bisa dibawa pulang, dan kemudian semangat tersebut ditularkan kepada keluarga. Sehingga pilah sampah dapat dimulai dari rumah.

“Semakin banyaknya bank sampah, harapannya semua masyarakat bisa memilah sampah dan mau peduli terhadap lingkungan. Karena bumi adalah rumah bersama yang harus dirawat dan dijaga. Saya juga berharap pencetusan bank sampah di RSJD Surakarta ini, akan menginspirasi rumah sakit yang lain nantinya,” pungkasnya. (bam/all)