Beri Pelayanan Masyarakat, RSUD Moewardi Luncurkan Loket Aduan BPJS

LAUNCHING : Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Dyah Miryanti, didampingi Direktur RSUD Dr. Moewardi, Dr. dr. Cahyono Hadi, Sp.OG, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih saat meluncurkan loket pelayanan informasi di RSUD Dr Moewardi, Jumat (29/9). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan Loket Pelayanan Informasi BPJS di Gedung Wijaya Kusuma Lantai 1 RSUD Dr. Moewardi, Jumat (29/9). Loket Pelayanan Informasi BPJS tersbut akan difungsikan untuk pemberian pelayanan informasi serta penanganan pengaduan Peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Peluncuran Loket Pelayanan Informasi BPJS disimbolkan dengan pemotongan untaian melati oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Dyah Miryanti. Pada kesempatan itu, Direktur RSUD Dr. Moewardi, Dr. dr. Cahyono Hadi, Sp.OG, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih, M.Kes, MH ikut serta dalam launching layanan BPJS di RSUD Moewardi.

Baca juga:  Bank Jateng Bersama Pemkot Surakarta Implementasikan Kartu Kredit Indonesia Qris Bank Jateng

Direktur RSUD Dr. Moewardi, Dr. dr. Cahyono Hadi, Sp.OG mengatakan, pihaknya mendukung penuh program tersebut. Dengan adanya launcing tersebut rumah sakit akan lebih efektif, dan siap dalam memberikan pelayanan informasi maupun penanganan pengaduan dari masyarakat.

“Kunjungan pasien rawat jalan rata-rata perhari di atas 1.500 pasien. Hampir 90 persen pasien adalah pengguna BPJS,” terang Dr. dr. Cahyono Hadi, Sp.OG, Jumat (29/9).

Lebih lanjut, untuk memaksimalkan pelayanan di RSUD Dr. Moewardi pihaknya juga meluncurkan program pelayanan untuk pengantaran obat ke rumah pasien. Khusus untuk pasien yang beralamat di Kota Solo pengantaran tersebut gratis.

Baca juga:  Bank Jateng Bersama Pemkot Surakarta Implementasikan Kartu Kredit Indonesia Qris Bank Jateng

“Untuk  pasien di Kota Solo sejauh ini gratis. Kalau untuk pasien yang beralamat di eks Karesidenan Surakarta ada biaya Rp 14 ribu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Surakarta Dyah Miryanti menambahkan, dalam peluncuran itu pihak BPJS Kesehatan bersama jajaran pelayan kesehatan di rumah sakit setempat yang didampingi Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta juga melakukan simulasi pelayanan pada pasien yang hendak mengakses layanan tersebut. Salah satu syarat mutlak yang paling penting dalam fasilitas loket pelayanan informasi itu ialah letak dan posisinya yang mudah terlihat. Paling utama gampang diakses masyarakat.

Baca juga:  Bank Jateng Bersama Pemkot Surakarta Implementasikan Kartu Kredit Indonesia Qris Bank Jateng

“90 persen pasien merupakan pengguna JKN, oleh sebab itu diperlukan optimalisasi pelayanan untuk ke depannya,” katanya.

Dyah menuturkan, nantinya di loket tersebut akan dilengkapi hadirnya petugas yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan informasi, salah satunya untuk peserta JKN. Petugas akan didampingi dengan petugas BPJS Satu (Siap Membantu) yang ada di setiap rumah sakit yang berkerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Ke depannya kami harapkan pelayanan administrasi bisa diakses dengan lebih baik, seperti jargon BPJS Kesehatan, yakni mudah, cepat, dan setara,” tutupnya. (bam/all)