Dongkrak Hasil Belajar IPA dengan Role Playing

Oleh: Kiswati, S.Pd
Guru Kelas SD Negeri Kedondong 3, Kecamatan Gajah Kabupaten Demak

PENDIDIKAN merupakan salah satu indikator kemajuan suatu negara. Dapat dikatakan bahwa jika pendidikan suatu negara meningkat, maka negara tersebut juga akan meningkat. Hingga saat ini produk pendidikan menjadi tulang punggung kelangsungan hidup suatu bangsa. Oleh karena itu, Indonesia mempunyai harapan yang tinggi terhadap pendidikan dan pembangunan masa depan generasi penerus.

Selamat Idulfitri 2024

Sekalipun diakui bahwa pendidikan merupakan investasi berskala besar dalam jangka waktu yang panjang dan memerlukan pengorganisasian, penyiapan, dan perlengkapan sarana dan prasarana dalam hal modal materi yang besar, Indonesia tetap menjadi negara klasik yang menderita permasalahan kualitas pendidikan.

Setelah mencoba mencari penyebab masalah ini, saya menyadari bahwa masalah ini adalah bagian dari rantai melingkar dan saya tidak tahu harus mulai dari mana. Upaya reformasi yang dilakukan pemerintah adalah langkah pengembangan kurikulum melalui penerapan orientasi kompetensi yaitu Kurikulum 2013 sebagai evolusi dari Kurikulum Tingkat Satuan Pengajaran (KTSP). Namun, hal ini terus menjadi bahan penelitian.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa hasil belajar yang dicapai siswa cenderung kurang optimal dan banyak kendala yang dihadapi siswa dalam belajar. Bahkan saat ini kita sering mendengar bahwa pendidikan IPA adalah suatu kelas yang mempunyai banyak label yang melekat padanya: sulit, rumit, sulit, membosankan, menakutkan, dan lain-lain (Imanuel, S.A: 2015).

Pada pembelajaran IPA Masih banyak persoalan yang dihadapi di sekolah dasar, baik dari segi siswa, metode pengajaran, maupun sumber daya manusia. Menurut pengamatan mereka, dominasi guru dalam pembelajaran di kelas sangat signifikan. Karena tujuan guru selalu memenuhi persyaratan kurikulum, maka proses penyampaian materi pelajaran kepada siswa dipadatkan dan dikemas kurang menarik, didukung dengan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran.

Maka apabila timbul masalah dalam pembelajaran, penting bagi guru untuk mengambil tindakan. Hal itulah yang rata-rata dialami oleh siswa Kelas VI SD Negeri Kedondong 3 Kecamatan Gajah Kabupaten Demak ketika memahami dan mengerjakan soal tentang gerak Bumi, Bulan, dan Matahari.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan memotivasi siswa berpikir kreatif dan belajar aktif bertujuan untuk menjamin seluruh siswa aktif dan paham dalam proses belajar mengajar, khususnya menggunakan metode bermain peran/ role playing. Dipilih metode role-playing karena melibatkan siswa secara aktif dalam situasi yang menyenangkan. Kebosanan siswa dapat diatasi dengan peran yang dimainkannya. Role-playing dapat mempertimbangkan minat siswa dalam pembelajaran IPA. Siswa tidak hanya aktif secara fisik tetapi juga aktif secara mental. Hal ini mencakup aktivitas seperti mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, dan menanggapi komentar.

Hal ini menciptakan suasana baru dan pengalaman belajar yang berbeda, mendorong siswa untuk berpikir lebih kreatif dan aktif serta mewaspadai situasi dunia nyata. Identifikasi ini memungkinkan siswa untuk mengubah perilaku dan sikapnya dalam menerima setiap karakter yang dimainkannya (Hamarik dari Haryani, 2019).

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Menurut Hamdayama (2014: 191), kelebihan model pembelajaran role playing adalah: Melibatkan semua siswa memberikan siswa kesempatan untuk berpartisipasi dan meningkatkan keterampilan kolaborasi mereka, memberikan mereka kebebasan untuk mengambil keputusan dan mengekspresikan diri sepenuhnya. Permainan mudah ditemukan dan dapat digunakan dalam berbagai situasi dan waktu. Guru dapat menilai pemahaman setiap siswa melalui observasi saat memainkan permainan, sehingga menjadikan permainan sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.

Berdasarkan hasil observasi pembelajaran dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing mampu mendongkrak serta meningkatkan hasil belajar siswa mengenai gerak bumi, bulan dan matahari pada mata pelajaran IPA kelas VI di SD Negeri Kedondong 3 Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. (*)