UMKM  

Sempat Bangkrut, Karya Adviz Kini Raup Omzet Ratusan Juta Perbulan

SEMANGAT: Pekerja Karya Adviz saat menyablon kaos, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Pernah terpuruk dan bangkrut, Abdul Leman kini raup omzet ratusan juta rupiah dari usaha clothing brand lokal Karya Adviz. Kerja keras, Optimis dan terus belajar menjadi kunci keberhasilannya hingga saat ini.

Pria paruh baya yang akrab disapa Leman ini mengaku tidak mudah untuk memulai bisnis, apalagi di desa pelosok yang jauh dari perkotaan. Sehingga kerja keras saja tidak cukup untuk mengembangkan bisnis.

“Dulu yang penting kerja keras dan optimis hasilnya akan berbanding lurus. Tapi bisnis tidak sesimpel itu, bahkan sangat kompleks problemnya. Makannya belajar menjadi salah satu kunci Karya Adviz kembali eksis,” ungkapnya Leman (3/10).

Baca juga:  Racik 3 Varian Rasa Sambal Favorit Orang Terdekat

Bisnis clothing yang terletak di desa Nyalembeng, Pulosari, Pemalang ini mulai dirintis sejak tahun 2017. Leman mengatakan, bisnisnya tersebut merupakan salah satu usaha yang dilakukan dengan nekat.

Jika banyak orang yang mulai usaha dari nol, ia menganggap usahanya tersebut dimulai dari minus. Hal tersebut disebabkan karena modal bisnis yang ia jalani adalah hasil dari hutang di bank.

“Dulu modal nekat aja mas, 2017 pinjam bank buat buka bisnis tapi justru bangkrut di tahun 2019. Setelah itu saya baru banyak belajar manajemen untuk mengelola bisnis, alhamdulillah sekarang omzetnya bisa ratusan juta perbulan” lanjutnya.

Baca juga:  Racik 3 Varian Rasa Sambal Favorit Orang Terdekat

Pasca kegagalan bisnisnya tersebut, Leman kemudian melakukan evaluasi dan banyak belajar dari kejadian tersebut. Selain itu, ia juga kerap mengikuti beberapa pelatihan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta.

Dengan slogan Karya Adviz ‘Rumah bersama untuk berkarya’ Leman kini mengajak pemuda desa untuk belajar bersama melalui karya Adviz. Menurutnya, setiap hal yang dilakukan harus memiliki aspek kebermanfaatan, meskipun kecil.

Lewat bisnis, ia juga berharap bisa memberikan manfaat kepada sekitar. Meskipun dalam berbagai hal ia mengaku masih harus terus belajar dan belajar untuk mengembangkan bisnisnya.

Baca juga:  Racik 3 Varian Rasa Sambal Favorit Orang Terdekat

“Terakhir, saya juga mengikuti kegiatan MUK yang diselenggarakan oleh Balatkop Provinsi yang dimentori oleh BHMTC. Artinya, saya masih belajar dan akan terus belajar,” ungkapnya. (*/gih)