Dongkrak Aktivitas Siswa dengan PBL

Endang Suprihati, S.Pd.SD

Oleh: Endang Suprihati, S.Pd.SD
Guru Kelas SD Negeri Dempet 3, Kecamatan Dempet Kabupaten Demak

AKTIVITAS belajar adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan sedemikian rupa agar menciptakan siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Namun ada permasalahan yang terjadi dalam kehidupan nyata ketika melaksanakan pembelajaran di kelas khususnya di kelas IV SD Negeri Dempet 3 pada mata pelajaran IPAS. Aktivitas siswa belum terfasilitasi dengan maksimal dan belum terencana dengan baik.

Selamat Idulfitri 2024

Melihat kondisi tersebut akhirnya dipilih suatu model yang cocok yakni salah satunya model PBL. Model PBL merupakan singkatan dari model pembelajaran problem based learning.

Harmuni (2011: 104) mendeskripsikan pembelajaran berbasis masalah sebagai model pembelajaran yang menggunakan permasalahan dunia nyata sebagai konteks bagi siswa untuk mempelajari berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta memperoleh pengetahuan dan konsep penting dari materi pelajaran itu.

Pendapat Pernyataan lain Bern, Erickson, dan Komalasari (2011: 59) menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah suatu strategi pembelajaran di mana siswa memecahkan masalah dengan mengintegrasikan konsep dan keterampilan yang berbeda dari disiplin ilmu yang berbeda. Strategi ini melibatkan pengumpulan informasi, menggabungkannya, dan menyajikan hasilnya.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pengertian model pembelajaran problem based learning (PBL) berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan sebagai pembelajaran yang melibatkan peran aktif siswa dalam kelompok. Siswa mencari informasi dari sumber bacaan dan lain-lain untuk secara aktif dan mandiri memecahkan permasalahan yang ada.

Tujuan model PBL dapat tercapai apabila kegiatan pembelajaran terfokus pada tugas dan permasalahan yang relevan dan disajikan sedemikian rupa sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ibnu (2015: 70) menyatakan bahwa tujuan model PBL antara lain: 1) keterampilan berpikir dan pemecahan masalah 2) mempelajari peran orang dewasa yang otentik 3) menjadi pembelajar yang mandiri.

Langkah-langkah dalam model PBL meliputi: 1) Mengorganisir siswa untuk menghadapi masalah 2) Mengorganisir siswa untuk belajar 3) Mendukung penyelidikan individu dan kelompok 4) Pengembangan dan presentasi 5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Kelebihan dan Kekurangan Model Problem Based Learning (PBL) Kelebihan PBL adalah: 1) Ini adalah cara yang bagus untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang isi pelajaran. 2) Ini menantang keterampilan siswa dan memberi mereka kepuasan saat mereka menemukan keterampilan baru Pengetahuan tentang Segalanya untuk Siswa. 3) Meningkatkan aktivitas belajar siswa. 4) Membantu siswa mentransfer pengetahuan untuk memahami masalah dunia nyata. 5) Membantu siswa memperoleh pengetahuan baru dan bertanggung jawab atas pembelajarannya. 6) Mendorong siswa untuk mengevaluasi sendiri hasil dan proses belajarnya. 7) Mengingatkan siswa bahwa semua mata pelajaran pada dasarnya adalah gagasan, sesuatu yang perlu dipahami siswa dan tidak hanya dipelajari dari guru atau guru. Dari buku siswa. 8) Meningkatnya rasa senang dan empati di kalangan siswa. 9) Pengembangan keterampilan siswa. Keterampilan berpikir kritis dan kemampuan beradaptasi dengan pengetahuan baru. 10) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan ilmunya di dunia nyata. 11) Merangsang minat siswa untuk melanjutkan belajar setelah pendidikan formal berakhir.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Beberapa kelemahan PBL antara lain : 1) Jika siswa tidak tertarik atau yakin bahwa masalah yang dipelajari sulit dipecahkan, maka siswa akan enggan untuk mencobanya. 2) Keberhasilan pembelajaran melalui pemecahan masalah memerlukan waktu persiapan yang cukup. 3) Jika Anda mempelajari suatu masalah tanpa memahami mengapa Anda mencoba menyelesaikannya, Anda tidak akan mempelajari apa yang ingin Anda pelajari.

Permasalahan ini dapat diatasi dengan guru memberikan dorongan positif. Hal ini penting untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berpikirnya. Guru sebagai fasilitator berupaya meningkatkan keterampilan pengelolaan kelasnya selama proses pembelajaran, khususnya pada saat diskusi kelompok.

PBL merupakan model pembelajaran diskusi kelompok. Tujuan dari tahap ini adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa dengan cara mendistribusikan pertanyaan secara merata dan menciptakan suasana dimana siswa dapat menjawab pertanyaan dan memberikan komentar. Kegiatan ini nyatanya dapat mendongkrak aktivitas belajar siswa kelas IV SD Negeri Dempet 3. (*)