Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing terhadap Hasil Belajar

Oleh: Ida Martini,S.Pd
Guru Seni Budaya SMP N 7 Pemalang

KURIKULUM Merdeka, sebagai kurikulum yang lebih fleksibel dan memberikan ruang yang lebih besar bagi pendidikan yang kontekstual dan berpusat pada siswa, dapat mengintegrasikan pembelajaran seni tari kelas 7 dengan berbagai cara. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang seni tari, melibatkan mereka dalam eksplorasi kreatif, serta menghargai kekayaan budaya tarian tradisional Indonesia.

Salah satu capaian pembelajaran seni tari kelas 7 pada elemen mengalami, pada akhir fase peserta didik mampu menggali latar belakang nilai, jenis, dan fungsi tari dalam konteks budaya. Di  dalam  pembelajaran  seni  tari  di  fase  D,  peserta  didik  diharapkan  dapat mengembangkan  semua  bentuk  aktivitas  cita  rasa  keindahannya  dalam setiap aktivitas berkesenian. Baik dalam kegiatan berapresiasi, bereksplorasi, berkreasi dan berekspresi.

Kegiatan seni tari fase D ini tidak bermuara pada meningkatnya keterampilan  menari. Namun mengarahkan  peserta didik untuk  mengenal  kekayaan  budaya  Indonesia  beserta  kearifan  nilai budaya lokal yang ada di dalamnya. Dengan begitu, diharapakan pembelajaran dapat membuat  peserta  didik  tertantang  untuk mengeksplorasi kearifan lokal masing masing daerah. Tujuannya agar peserta didik memiliki kebanggaan akan kekayaan nusantara dan keberagaman budaya Indonesia.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pembelajaran seni tari tradisional memiliki peran penting dalam membentuk identitas siswa, terutama di kelas 7. Dimana mereka mulai memahami nilai-nilai budaya yang melekat dalam masyarakatnya.

Tari tradisional adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Memahami fungsi tari tradisional bukan hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga untuk menginspirasi generasi muda.

Model pembelajaran Snowball Throwing, yang mendorong kolaborasi siswa adalah pendekatan yang efektif untuk mengajarkan dan memahami konsep ini. Snowball Throwing merupakan model pembelajaran kooperatif yang memberi kesempatan peserta didik untuk bekerja sama dengan sesama peserta didik.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Hubungan kerja sama itu menimbulkan persepsi positif tentang apa yang dilakukan peserta didik untuk mencapai keberhasilan belajar. Model pembelajaran Snowball Throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain dan melaksanakan pesan tersebut (Widodo, 2009:1).

Model pembelajaran Snowball Throwing merupakan salah satu modifikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan yang menarik. Yaitu saling melempar bola kertas yang berisi pertanyaan kemudian menjawab pertanyaan yang ada dalam bola kertas tersebut (Tunggal, 2011:17).

Menurut Kisworo (dalam Mukhtari, 2010:6), langkah-langkah model pembelajaran Snowball Throwing adalah sebagai berikut. (a) Guru menyampaika materi yang akan disajikan, (b) menjelaskan materi. (c) Siswa berdiskusi tentang materi yang sudah dijelaskan guru. Masing-masing sisawa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan guru, kemudian didiskusikan dengan temannya dalam kelompok.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

d) Kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain. e) Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan, mereka diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang ditulis dalam kertas berbentuk bola tersebut. f) Secara bergantian siswa membacakan pertanyaan dan jawabannya, (g) evaluasi, lalu (h) p

Model pembelajaran Snowball Throwing merupakan alat yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar seni tradisional pada siswa kelas 7. Dengan melibatkan siswa secara aktif dan mendorong kolaborasi, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang fungsi seni tari tradisional dan meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang ini. Melalui model ini, pembelajaran seni tari tradisonal menjadi lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan bagi siswa. (*)