Tingkatkan Pemahaman Belajar Bilangan Bulat melalui Model Langka Langki

Oleh: Umayah, S.Pd.SD
Guru SDN 03 Sidorejo, Kec. Comal, Kab. Pemalang

MATEMATIKA merupakan muatan pelajaran yang dianggap paling sulit dan sangat ditakuti oleh sebagian besar siswa. Ditambah pula dengan gurunya yang sering marah-marah kepada siswa karena siswa dianggap tidak bisa menerima materi yang disampaikan oleh guru.

Siswa yang takut kepada guru menyebabkan materi yang disampaikan tidak bisa diterima dengan baik oleh siswa. Hal ini juga terjadi di kelas VI SDN 03 Sidorejo Kecamatan Comal pada pelajaran matematika materi Bilangan Bulat Positif dan Bilangan Bulat Negatif.

Guru kelas perlu mencari solusi untuk menghilangkan rasa takut siswa sehingga bisa berubah menjadi rasa senang dalam mengikuti pelajaran matematika. Kemudian guru mencoba menerapkan model Langka Langki pada materi Bilangan Bulat Positif dan Negatif.

Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menamakan, dan menggunakan rumus matematika sederhana yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Yakni melalui materi bilangan, pengukuran dan geometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan kemampuan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Himpunan bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat positif, bilangan nol, dan bilangan bulat negatif. Pembelajran operasi bilangan bulat sering menyulitkan siswa karena sering tercampurnya tanda positif dan negatif bilangan dengan operasi penjumlahan serta pengurangan (Sri Subarinah, 2006:41).

Bilangan cacah maupun bilangan bulat negatif disebut bilangan bulat. Dengan kata lain kesimpulannya adalah himpunan semua bilangan bulat terdiri atas bilangan bulat positif atau bilangan asli, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Bilangan bulat nol yatu 0. Bilangan bulat negatif, yaitu (……, -5, -4, -3, -2, dan -1).

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Guru kelas VI membuka kembali materi tentang bilangan bulat dan kemudian menerapkan model pembelajaran Langka Langki (langkah kanan langkah kiri). Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

Pertama, guru menjelaskan di papan tulis tentang bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif sambil membuat garis bilangan yang diberi angka titik nol dan ke kanan sampai angka 10. Kemudian angka negatif 1 sampai 10 ke arah kiri.

Kedua, guru mempraktikkan di depan kelas dan berdiri di titik nol pada lantai kelas. Bila melangkah ke kanan empat langkah artinya bilangan bulat 4 dan sebaliknya guru melangkah ke kiri empat langkah artinya angka -4 atau negatif 4.

Ketiga, memberi tanda pada lantai angka nol menggunakan angka-angka yang sudah disiapkan dan menempelkan pada lantai angka negatif 1 sampai negatif 10 ke arah kiri dan ke kanan angka 1 (positif) sampai 10 (positif). Keempat, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan tiap kelompok terdiri dari tiga sampai lima siswa.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Kelima, tiap kelompok bebas mempraktikkan sesuai keinginan siswa dalam kelompok dan ditulis di kertas sebagai hasil kerja kelompok. Keenam, tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok. Ketujuh, guru memberikan apresiasi dan memotivasi siswa. Dilanjutkan siswa menyimpulkan materi bersama guru.

Ternyata setelah guru menggunakan model Langka Langki, siswa kelas VI SDN 03 Sidorejo, Kecamatan Comal lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Model ini sangat menyenangkan bagi siswa dan semua siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti pelajaran. Model Langka Langki mempunyai kesan pembelajaran sambil bermain, sehingga siswa larut dalam pembelajaran. (*)