Jigsaw Kombinasi Puzzle untuk Kosakata Siswa

Oleh: Widayati, S.Pd.SD.
Guru SDN 1 Sidorekso, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus

BAHASA Indonesia merupakan bahasa resmi yang menjadi bahasa penuntun pendidikan nasional. Bahasa Indonesia pada mata pelajaran lebih menekankan pada keterampilan   berbahasa   siswa.

Tujuan belajar bahasa Indonesia, siswa diinstruksikan untuk berkomunikasi   dengan benar, baik dalam bentuk tulis atupun lisan. Kosakata  membantu  siswa  untuk  mendapatkan  ujaran, semakin banyak kata yang  siswa kuasai maka akan  semakin  tepat dalam mendapatkan ide-ide  melalui  bahasanya.

Dari menentukan kosakata, maka siswa dapat membaca dengan lancar. Kosakata sangatlah berpengaruh tentang keahlian berbahasa sebab kosa kata adalah suatu aspek yang mana amat penting dalam kemahiran berbahasa. Maka dari itu peranan guru dalam pembelajaran harus lebih aktif.

Firman, dkk (Mumpuni & Supriyanto, 2020:89) mengatakan bahwa indikator dalam penguasaan kosakata ndonesia memiliki lima elemen. Di antaranya penguasaan makna, afiksasi, kelas kata, bentuk kata baku, dan bentuk tidak baku.

Baca juga:  Model Realistic Mathematics Education untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Kurangnya kinerja guru dalam melaksanakan serta merencanakan pembelajaran serta memaksimalkan aktivitas siswa dapat berakibat pada hasil belajar siswa yang kurang meningkat. Guru bisa menerapkan model pembelajaran kolaboratif puzzle yang didukung   dengan media puzzle untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Oleh sebab itu diperlukan model pembelajaran kolaboratif Jigsaw pada media visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Model pembelajaran Jigsaw ada  8 langkah,  yaitu 1) siswa  dikelompokan  kedalam  4-5 anggota tim, 2) setiap orang  dalam  tim mendapat materi yang berbeda.

3) Setiap orang dalam tim mendapat materi, 4) satu anggota baru dari tim yang berbeda yang mempelajari bagian atau sub bab yang sama. Kelompok yang menghadiri pertemuan (kelompok ahli) berdiskusi sub bagian.

Baca juga:  Tingkatkan Motivasi Belajar IPA dengan Game Educandy

5) Setelah berdiskusi sebagai  tim  ahli,  setiap anggota  kembali ke  kelompok  asal/asli dan mengajarkan  subbagian  yang  dikuasai kepada  rekan satu  tim secara  bergantian. Semua anggota lain mendengarkan dengan seksama. 6) Masing-masing tim ahli mempresentasikan hasil diskusi. 7) Guru mengevaluasi, dan 8) menarik kesimpulan.

Dalam pelaksanaan model pembelajaran tersebut dapat dilengkapi dengan menggunakan media pembelajaran yaitu media puzzle. Media puzzle merupakan alat terklasifikasi ke dalam media visual yang berupa gambar. Hal itu disebabkan hanya bisa dilihat saja.

Teka-teki merupakan permainan puzzle di mana anda menempatkan potongan-potongan gambar sehingga menyatu dengan utuh menjadi kesatuan dalam bentuk grafis.  Tujuannya adalah untuk melatih kesabaran dan mengasah otak.

Baca juga:  Membangun Habitus Literasi Siswa dengan Comic Life di Sekolah Dasar

Penguasaan kosa kata kemampuan terhadap memahami serta menentukan kata dengan maknanya dalam sebuah kalimat. Penguasaan makna yang dilakukan oleh siswa dari penulisan dan kosa kata yang digunakan dapat dipahami dengan mudah. Sehingga menjadi sebuah kalimat.

Media puzzle siswa dapat menemukan kosa kata, yang mana siswa menulisnya kata per kata. Dari kelebihan media puzzle, siswa bisa melihat dengan jelas gambar pada media. Cara penulisannya dapat dilihat bahwa siswa menguasai makna atau arti dari kosakata yang sudah menjadi kalimat. Dari kalimat tersebut siswa menulisnya dengan memberi jarak   antara kata pertama, kedua, dan seterusnya. Jadi, pada saat membaca dan menguasi makna dari  kata per kata hasil  kerja yang dilakukan  oleh siswa dapat dibaca dengan mudah. (*)