Pati  

Kandang Ayam Mengganggu Warga, DLH: Dapat Dicegah

TINJAUAN: Pengawas Lingkungan Hidup pada DLH Pati Iwan Liswana menunjukkan foto saat pihaknya meninjau ke lokasi kandang ayam di Desa Serutsadang Winong Pati, Selasa (10/10/23). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Keberadaan kandang ternak ayam di Desa Serutsadang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati dikeluhkan oleh warga sekitar. Kandang ayam tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga, lantaran menimbulkan bau tidak enak dan disinyalir memancing lalat berdatangan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo melalui Pengawas Lingkungan Hidup pada DLH Pati Iwan Liswana menyatakan, bahwa persoalan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan ditingkatan desa. Meskipun hingga kini belum ada kesepakatan yang jelas antara warga terdampak dengan pengusaha ternak ayam tersebut.

Baca juga:  Petani Pati Terima Ratusan Alat Pertanian

“Menurut pelapor ini sudah lama kasusnya. Tapi itu katanya sudah ada kesepakatan. Namun belum tahu apakah sudah ada perjanjian yang tertulis. Ini agak susah kami mengklarifikasi,” ujar dia, Selasa (10/10/23).

Menurutnya, dampak negatif dari keberadaan kandang ayam tersebut dapat dicegah. Sehingga tidak menggangu masyarakat sekitar. Seperti halnya berpotensi memancing lalat berdatangan.

“Misalnya lalat diantisipasi sebenarnya gampang. Intinya selalu dibersihkan. Kami sudah survey ke sana. Kalau secara teori alat-alatnya sudah canggih. Misalnya mereka sudah punya blower, potensi bau bisa diminimalisir,” ucapnya.

Baca juga:  Kekeringan di Pati Diprediksi Lebih Parah, BPBD Siap Distribusi Air Bersih

Iwan menyebut, persoalan antara warga Serutsadang dengan pengusaha ternak ayam tersebut sudah berlangsung lama. Pihaknya juga telah meninjau lokasi dan memastikan bahwa kandang ayam itu memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dari pemerintah pusat.

“Ketika modal usaha dibawah Rp 10 miliar SPPL (Surat Peryataan Pengelolaan Lingkungan) otomatis keluar. Namun industri yang berpotensi meresahkan kami ada peninjauan,” sebutnya.

Sementara saat dimintai tanggapan terkait lokasi kandang ayam yang berdekatan dengan permukiman warga, DLH Pati mengaku tidak memiliki kewenangan. Sehingga pihaknya tidak mengetahui secara pasti aturannya.

Baca juga:  385 Kades di Pati Terima Perpanjangan Masa Jabatan

“Kalau idealnya jarak tanya ke dinas peternakan. Bukan kewenangan kami. Jadi saya kurang paham soal itu. Kalau kemarin kami sudah survey jaraknya sekitar 50 meteran,” pungkasnya. (lut/fat)