Memaknai PPkn Lebih Hidup dan Berkarakter dengan Powtoon

Oleh: Sarotun, S.Pd
Guru SDN 01 Ketapang, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

PENDIDIK sekolah dasar belum sepenuhnya menampilkan pembelajaran abad ke-21. Sebagian besar pembelajaran mengadopsi pembelajaran yang berpusat pada pendidik. Penggunaan metode konvensional mengakibatkan kurang berkembangnya high-order thinking (HOT) peserta didik. Selain itu, juga tidak ada penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar, dan tidak menyetujui perkembangan belajar peserta didik di tingkat sekolah dasar (SD).

Hal tersebut sejalan dengan temuan di lapangan. Diketahui bahwa masih terdapat banyak pendidik yang belum mampu untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis elektronik.

Dalam proses pembelajaran, pendidik masih jarang menggunakan media pembelajaran. Baik media pembelajaran konvensional ataupun media pembelajaran berbasis elektronik.

Pendidik lebih sering menggunakan metode ceramah. Dengan tidak adanya media pembelajaran, tentunya proses pembelajaran di kelas akan terasa membosankan dan tidak menarik. Sehingga mengakibatkan berkurangnya antusiasme dari peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Proses pembelajaran akan menjadi lebih efektif jika terdapat penggunaan media pembelajaran di dalamnya. Untuk meningkatkan kualitas pembelajar, bisa dicoba dengan pemilihan media digital yang menarik.

Media pembelajaran harus dapat memotivasi peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Melihat situasi saat ini, media pembelajaran video berbasis Powtoon perlu untuk dikembangkan.

Media pembelajaran video akan membawa dampak positif (Martens & Gainous, 2013). Akan tetapi, media video berbasis Powtoon belum banyak digunakan. Padahal media ini berpotensi tinggi dalam menarik perhatian peserta didik.

Media video berbasis Powtoon juga dapat mengatasi perbedaan gaya belajar peserta didik. Dengan menonton video pembelajaran, peserta didik mendapat banyak stimulus, karena sifatnya suara dan gambar. Selain itu, peserta didik mengungkapkan, media pembelajaran video berbasis Powtoon lebih mudah untuk dipelajari karena menarik perhatian.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Powtoon merupakan sebuah aplikasi atau perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran, karena memiliki fitur animasi. Yaitu animasi tulisan tangan dan animasi kartun. Powtoon juga memiliki efek transisi dan pengaturan timeline.

Powtoon memiliki beberapa keuntungan umum, yaitu 1) menampilkan topik dengan menarik dan dapat membagikannya dengan orang lain, 2) menarik perhatian peserta didik. 3) Peserta didik mencapai pemahaman yang lebih baik dan materi yang disampaikan lebih mudah untuk diingat. 4) Mengintegrasikan berbagai jenis format dan media, meningkatkan kemampuan integrasi visual, pendengaran, dan sumber gerak; serta 5) versi dasarnya gratis untuk digunakan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Media pembelajaran berbasis Powtoon dapat digunakan pada beberapa muatan pelajaran. Salah satunya dalam mata pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn).

PPKn merupakan muatan pelajaran yang dapat membentuk karakter peserta didik. Sejalan dengan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006, disebutkan bahwa PPKn dapat memfasilitasi penanaman pendidikan karakter. Materi-materi dalam PPKn sangat praktis untuk membuat peserta didik menjadi pribadi yang baik dan bertanggungjawab.

Penanaman pendidikan karakter dapat diselaraskan dengan pemilihan media Powtoon secara menarik sesuai pendidikan kekinian kodrat zaman. Ini dapat dimulai jika guru mampu mengombinasikan pembelajaran karakter dengan media pembelajaran yang tepat dan fun bagi murid. Selamat mencoba. (*)